ENRG Lepas Obligasi Rp 500 Miliar untuk Restrukturisasi Utang dan Genjot Ekspansi

- Senin, 01 Desember 2025 | 18:30 WIB
ENRG Lepas Obligasi Rp 500 Miliar untuk Restrukturisasi Utang dan Genjot Ekspansi

PT Energi Mega Persada (ENRG) baru saja mengumumkan rencana penerbitan obligasi. Lewat Penawaran Umum Berkelanjutan tahap pertama, emiten energi ini bakal melepas Obligasi Berkelanjutan I dengan target dana segar hingga Rp 4 triliun. Nah, untuk tahap pembuka ini, mereka menawarkan obligasi senilai Rp 500 miliar.

Dana yang terkumpul nantinya bakal dipakai buat bayar utang. Baik itu ke bank maupun lembaga keuangan lain. Selain itu, sebagian akan dialokasikan untuk menopang modal kerja perusahaan.

Menurut keterangan resmi yang dirilis Senin (1/12/2025), langkah ini bagian dari strategi mengoptimalkan kinerja keuangan.

"Dana terhimpun akan digunakan untuk pembayaran utang ke bank dan lembaga keuangan non bank, serta kebutuhan modal kerja. Penerbitan Obligasi ini mencerminkan upaya perseroan untuk mengoptimalkan kinerja keuangan dan operasional, serta prospek bisnis yang menjanjikan,"

– Herwin W. Hidayat, Investor Relations ENRG

Penawaran obligasi ini dibagi dalam tiga seri dengan tenor berbeda. Ada Seri A berjangka 370 hari, lalu Seri B untuk 3 tahun, dan Seri C dengan masa 5 tahun. Rencananya, seluruh seri obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

Di sisi lain, ENRG tampaknya cukup optimis melihat prospek jangka panjang. Mereka yakin bisnis minyak dan gas bumi masih akan jadi tulang punggung energi nasional. Apalagi, permintaan diperkirakan bakal melonjak minyak naik 139% dan gas bisa melesat 298% hingga tahun 2050.

Herwin menambahkan, penerbitan obligasi ini selaras dengan visi perusahaan membangun masa depan yang berkelanjutan.

"Aksi korporasi ini sejalan dengan visi ENRG untuk membangun masa depan berkelanjutan... mencerminkan komitmen ENRG untuk menciptakan nilai jangka panjang dengan memenuhi kebutuhan energi secara bertanggung jawab dan berkesinambungan,"

– Herwin W. Hidayat

Tak cuma mengandalkan proyeksi pasar, ENRG juga berencana tetap fokus pada kegiatan intinya: pertambangan migas. Mereka berharap produksi bisa meningkat, didorong oleh keberhasilan akuisisi beberapa aset baru belakangan ini. Jadi, langkah penerbitan surat utang ini seperti dua sisi mata uang: menyelesaikan kewajiban lama sambil menyiapkan tenaga untuk ekspansi ke depan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar