Di sisi lain, ENRG tampaknya cukup optimis melihat prospek jangka panjang. Mereka yakin bisnis minyak dan gas bumi masih akan jadi tulang punggung energi nasional. Apalagi, permintaan diperkirakan bakal melonjak minyak naik 139% dan gas bisa melesat 298% hingga tahun 2050.
Herwin menambahkan, penerbitan obligasi ini selaras dengan visi perusahaan membangun masa depan yang berkelanjutan.
Tak cuma mengandalkan proyeksi pasar, ENRG juga berencana tetap fokus pada kegiatan intinya: pertambangan migas. Mereka berharap produksi bisa meningkat, didorong oleh keberhasilan akuisisi beberapa aset baru belakangan ini. Jadi, langkah penerbitan surat utang ini seperti dua sisi mata uang: menyelesaikan kewajiban lama sambil menyiapkan tenaga untuk ekspansi ke depan.
Artikel Terkait
IHSG Tembus 9.075, Catat Rekor Baru di Awal 2026
Wall Street Bangkit Didorong Saham Chip dan Sentimen Positif dari TSMC
Wall Street Bangkit Ditopang Reli Saham Chip dan Data Tenaga Kerja yang Menguat
AS Jual Minyak Venezuela, Industri Minyak Malah Ragu