Ekonomi Kanada ternyata lebih tangguh dari yang diperkirakan banyak orang. Di kuartal ketiga tahun ini, produk domestik brutonya melesat 2,6 persen. Angka ini jauh melampaui proyeksi para analis sebelumnya.
Laporan Reuters pada Minggu (30/11) menyoroti dua pendorong utama: ekspor minyak mentah yang menggila dan belanja pemerintah yang tak kalah agresif. Di sisi lain, ada bayang-bayang yang masih menggelayuti. Investasi bisnis dan belanja rumah tangga terlihat lesu, tertekan oleh ketidakpastian tarif dari negara tetangganya, Amerika Serikat.
Yang cukup melegakan, pertumbuhan ini menyelamatkan Kanada dari jurang resesi teknis. Sebelumnya, di kuartor kedua, ekonominya justru terkontraksi cukup dalam, minus 1,8 persen. Dengan hasil kuartal ketiga yang cukup solid ini, banyak ekonom kini yakin Bank of Canada akan menahan diri untuk tidak memotong suku bunga dalam pertemuan 10 Desember mendatang.
Sebelum data resmi dirilis, analis cuma berani memproyeksikan kenaikan tipis 0,5 persen untuk PDB kuartal ketiga. Mereka juga memperkirakan PDB bulanan di September akan naik 0,2 persen.
Secara bulanan, pertumbuhan ekonomi memang masih sesuai ekspektasi, didongkrak kenaikan 1,6 persen di sektor manufaktur. Tapi jangan senang dulu. Ada angin kurang baik yang berhembus dari awal kuartal keempat. Perkiraan awal menunjukkan PDB berpotensi menyusut 0,3 persen pada Oktober.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Jepang Siap Turun Tangan, Ancang-ancang Intervensi untuk Selamatkan Yen
OPMS Melejit 11%, Pasar Dihinggapi Rumor Akuisisi Jelang RUPS
Kemenekraf dan Kadin Siap Garap Tujuh Lumbung Ekonomi Kreatif
Rp 10 Triliun Kucuran KUR Siap Dorong Geliat Ekonomi Kreatif