Dampak penerapan tarif AS sebelumnya memang terasa begitu pahit bagi ekspor Kanada. Langkah itu tak hanya memukul kinerja ekspor, tapi juga merenggut banyak lapangan kerja, menekan laju perekrutan, dan tentu saja, menggerus sentimen bisnis dan konsumen. Suasana suram itulah yang semakin menguatkan spekulasi bahwa ekonomi Kanada sedang di ujung tanduk resesi.
Namun begitu, ada secercah harapan. Ekspor minyak mentah dan bitumen melonjak 6,7 persen, sementara investasi modal pemerintah naik 2,9 persen. Kombinasi keduanya berhasil meredam dampak negatif yang lebih parah.
Menurut data Statistik Kanada, ekspor minyak mentah yang lebih tinggi itu juga ikut mendongkrak pendapatan perusahaan di kuartal ketiga.
Meski ada secercah cahaya, bayangan tarif AS masih panjang dan terasa. Sentimen bisnis dan konsumen masih tertekan. Ini terlihat dari investasi modal bisnis yang stagnan, sama sekali tidak berubah di kuartal ketiga. Belanja konsumen rumah tangga bahkan turun tipis 0,1 persen. Sektor properti pun ikut merasakan dampaknya, dengan pembangunan perumahan baru anjlok 0,8 persen pada periode yang sama.
Artikel Terkait
Waktu Tempuh Jakarta-Bandung Dipangkas Jadi Hanya Satu Setengah Jam
Menteri Keuangan Jepang Siap Turun Tangan, Ancang-ancang Intervensi untuk Selamatkan Yen
OPMS Melejit 11%, Pasar Dihinggapi Rumor Akuisisi Jelang RUPS
Kemenekraf dan Kadin Siap Garap Tujuh Lumbung Ekonomi Kreatif