Di Mapolda Jawa Barat, suasana buka puasa kemarin sore terasa berbeda. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak sekadar bersilaturahmi. Dalam acara yang dihadiri beragam lapisan masyarakat itu, ia menyampaikan pesan penting tentang situasi dunia yang sedang memanas. Menurut Sigit, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dampaknya bisa sampai ke sini. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk bersatu padu.
Acara buka bersama itu sendiri ramai. Hadir mulai dari jajaran Forkopimda, tokoh agama lintas keyakinan, sampai perwakilan komunitas seperti ojek online, buruh, dan mahasiswa. Mereka duduk bersama, mengesampingkan sejenak latar belakang masing-masing.
Di sisi lain, kehadiran sejumlah pejabat tinggi juga menandakan keseriusan acara ini. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir, begitu pula Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan. Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih dan Kajati Jabar Hermon Dekristo juga terlihat. Tak ketinggalan, tokoh ulama KH Ahmad Muwafiq atau yang akrab disapa Gus Muwafiq turut hadir memenuhi undangan.
Usai acara, Sigit menyampaikan apresiasinya.
"Yang tentunya saya berterima kasih bahwa acara ini adalah merupakan bentuk bagaimana Jawa Barat masyarakatnya bisa menjaga persatuan dan kesatuan. Dan tentunya ini selalu menjadi pesan kita bahwa situasi yang sedang kita hadapi, dampak global yang kita hadapi tentunya ini membutuhkan kebersamaan, persatuan, dan itu adalah kunci utama untuk menjaga agar stabilitas kamtibmas tetap terjaga,"
Pesan itu jelas. Di tengah tekanan global yang mencemaskan, soliditas bangsa adalah harga mati. Sigit menambahkan, hanya dengan cara itulah program-program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat bisa tetap jalan.
"Karena apapun yang kita hadapi, Indonesia tentunya harus tetap bisa menjalankan program. Pemerintah harus bisa melaksanakan amanatnya untuk mendukung, mendorong terjadinya pertumbuhan dan tentunya mensejahterakan masyarakatnya. Dan ini semua bisa kita lalui apabila kita bersatu,"
Pesan yang sederhana, tapi konteksnya berat. Silaturahmi Ramadan kali ini bukan sekadar ritual tahunan. Ia menjadi ruang konsolidasi, mengingatkan semua bahwa di tengah badai dunia, kita harus berpegangan tangan.
Artikel Terkait
Antwerp Juarai FIBA 3x3 Challenger Tokyo, Lolos ke World Tour Zadar
Remaja 16 Tahun Jadi Korban Bacokan dan Panahan Geng Motor di Makassar
Dinkes Sumsel Pastikan Makanan Pesawat Haji Aman, Rendang Tidak Direkomendasikan
Bus Listrik Tabrak Supermarket di Salzburg, Satu Tewas