Dengan kepemilikan 100% ini, ENRG bertekad mendorong optimalisasi produksi dari aset strategisnya. Kangean dinilai punya peran krusial bagi pertumbuhan perusahaan ke depan, apalagi kontribusinya terhadap produksi gas selama ini cukup signifikan.
tutur Syailendra lagi.
Di sisi lain, ada juga transaksi yang berjalan berbarengan. Perseroan melepas 50 persen kepemilikannya di Blok Gebang kepada Japex, meski nilai pastinya tak diungkap ke publik.
Alhasil, porsi ENRG di Blok Gebang menyusut jadi 50 persen. Namun begitu, kemitraan dengan Japex di blok ini diharap bisa mendongkrak produksi gas pada 2027, sekaligus memberi dampak positif bagi EBITDA, arus kas, dan cadangan migas perseroan.
Artikel Terkait
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi
IHSG Naik 6,14%, Saham TRUK Melonjak Lebih dari 100%
Harga CPO Anjlok 6% dalam Seminggu, Pasar Khawatir Produksi Musiman Kalahkan Permintaan
Zyrex Dapat Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata untuk Ekspansi