Prabowo Ingin Petugas Haji Semua dari TNI-Polri, Kenyataannya Tak Sesederhana Itu

- Senin, 12 Januari 2026 | 01:15 WIB
Prabowo Ingin Petugas Haji Semua dari TNI-Polri, Kenyataannya Tak Sesederhana Itu

Di acara pembukaan Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu lalu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid mengungkapkan sebuah keinginan dari Presiden Prabowo Subianto. Intinya, Presiden disebut mengharapkan agar seluruh petugas haji atau PPIH itu berasal dari unsur TNI dan Polri.

Namun begitu, rencana itu tampaknya tak bisa diwujudkan begitu saja. Ada pertimbangan lain yang tak kalah penting.

"Tadi disampaikan oleh Pak Wamen," kata Wachid dalam pidatonya, "sebenarnya Bapak Presiden mengharapkan petugas haji ini adalah semua dari unsur TNI dan Polri."

Lalu ia melanjutkan, "Tapi Pak Wamen masih bisa menyampaikan pada Bapak Presiden kalau ini TNI Polri bagaimana dengan ormas-ormas yang ingin daftar, kader-kadernya ingin menjadi petugas haji."

Jadi, harus ada ruang juga bagi masyarakat sipil. Wachid sendiri mengaku bersyukur karena masih banyak anggota ormas yang akhirnya bisa masuk dalam daftar PPIH tahun ini.

Di sisi lain, ada kabar baik untuk pihak yang diharapkan Presiden. Jumlah personel TNI dan Polri yang bertugas sebagai petugas haji tahun ini ternyata meningkat signifikan. Bahkan, disebut-sebut naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah petugas dari TNI, Polri dua kali lipat dari tahun yang lalu," ujar Wachid.

Menurutnya, kehadiran anggota TNI-Polri dalam penyelenggaraan haji itu penting. Ia menilai medan di tanah suci punya tantangan fisik yang tidak main-main. Butuh ketangguhan khusus.

"Di Arab Saudi meskipun nanti di bulan Juni sudah mulai memasuki bulan panas, suhu panas dan itu dibutuhkan seorang yang benar-benar patriotis yaitu TNI dan Polri," paparnya.

Jadi, meski keinginan awal Presiden belum sepenuhnya terwujud, komposisi petugas haji tahun ini menunjukkan pergeseran. Ada porsi lebih besar untuk TNI-Polri, tapi tetap menyisakan tempat bagi kader ormas. Sebuah kompromi yang, bagi Wachid, patut disyukuri.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar