Jalur Peureulak-Lokop Kembali Dibuka, Akses Darurat Pulih Setelah Banjir Bandang

- Senin, 12 Januari 2026 | 01:35 WIB
Jalur Peureulak-Lokop Kembali Dibuka, Akses Darurat Pulih Setelah Banjir Bandang

JAKARTA – Perbaikan darurat di jalur Aceh Timur-Gayo Lues lewat Peureulak-Lokop terus menunjukkan kemajuan. Bahkan, kata para petugas di lapangan, tinggal selangkah lagi jalan provinsi itu bisa berfungsi penuh.

Penanganan darurat ini dikerjakan bertahap oleh Dinas PUPR Aceh, sebagai respons atas banjir dan longsor yang lalu. Pekerjaan membentang dari kilometer 36 hingga 103. Menurut rencana, titik temu akhir perbaikan dari kedua kabupaten itu ada di kilometer 110.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan penjelasan pada Minggu (11/1/2026).

"Sisa pekerjaan yang harus diselesaikan sekitar 6,4 kilometer lagi menuju batas Gayo Lues. Target kami, konektivitas fungsional bisa tercapai dalam seminggu ke depan. Caranya dengan mengoptimalkan alat berat dan personel yang bekerja intensif tiap hari," ujarnya.

Namun begitu, perjalanan membuka akses ini tak mulus. Jalur Peureulak-Lokop sebenarnya sudah hancur parah di akhir November 2025 lalu. Butuh waktu sekitar 30 hari untuk membersihkan material longsor, menormalkan badan jalan, dan membangun akses darurat.

Sayangnya, nasib sial menimpa lagi. Banjir bandang kembali melanda pada Senin (5/1/2026), tepatnya di kilometer 83 wilayah Gampong Lokop. Akibatnya, jalur darurat yang baru dibangun itu rusak dan putus lagi. Akses transportasi warga dan distribusi logistik pun kembali macet.

Tapi tim di lapangan tak menyerah. Penanganan darurat lanjutan segera digeber dan, dalam waktu kurang dari lima hari, jalur itu berhasil dipulihkan. Sabtu (10/1/2026) lalu, dilakukan uji fungsi. Hasilnya? Jalan darurat itu bisa dilalui, mulai dari sepeda motor, mobil, sampai kendaraan berat jenis DT-Hercules.

Meski sifatnya masih darurat, berfungsinya kembali jalur di Lokop ini sudah sangat membantu. Aksesibilitas wilayah mulai pulih, mobilitas penduduk lancar, dan logistik bisa kembali bergerak. Ini jadi langkah penting transisi dari fase darurat menuju pemulihan.

Ke depan, di tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah berencana menangani jalur strategis ini secara permanen. Infrastruktur jalan yang dibangun nanti diharapkan lebih andal dan tahan bencana, mengacu pada prinsip Build Back Better. Harapannya, kejadian terputusnya akses seperti ini tidak terulang lagi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar