Revitalisasi Terminal LPG Arun Resmi Beroperasi, Pasokan Energi Aceh dan Sumut Kian Efisien

- Selasa, 25 November 2025 | 17:06 WIB
Revitalisasi Terminal LPG Arun Resmi Beroperasi, Pasokan Energi Aceh dan Sumut Kian Efisien

Di Lhokseumawe, Aceh, sebuah proyek infrastruktur energi penting akhirnya diresmikan. Pertamina Patra Niaga meresmikan Terminal LPG Arun yang telah menjalani proses revitalisasi panjang, tepatnya pada 24 November. Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik biasa, tapi menjadi penjamin pasokan LPG yang sangat dibutuhkan masyarakat Aceh dan kawasan Sumatera Bagian Utara.

Revitalisasi yang dimulai sejak 2017 ini kini benar-benar tuntas. Terminal tersebut siap beroperasi dengan standar yang jauh lebih optimal dari sebelumnya.

Fungsi terminal ini cukup vital. Ia melayani penyaluran LPG, baik yang bersubsidi (PSO) maupun nonsubsidi (Non-PSO). Hingga Agustus 2025, realisasi penyalurannya mencapai rata-rata 476 Metrik Ton setiap harinya. Angka yang cukup besar ini mencerminkan tingginya kebutuhan energi di dua provinsi tersebut.

Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Tampak hadir Hari Purnomo selaku Direktur Rekayasa & Infrastruktur Darat Pertamina Patra Niaga, kemudian Harsono Budi Santoso dari Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Yan Syukharial sebagai Presiden Direktur Perta Arun Gas, dan Sayuti Abubakar selaku Wali Kota Lhokseumawe.

Menurut Hari Purnomo, dampak revitalisasi ini sangat signifikan. Pola suplai LPG di Aceh dan Sumatera Utara kini berubah total menjadi lebih efisien. Dengan sarana yang sudah diperbarui dan kapasitasnya membesar, alur suplai yang dulu berbelit-belit kini bisa dilakukan secara langsung.

Dulu, ceritanya cukup panjang. Suplai LPG untuk wilayah ini harus transit dulu di Tanjung Uban. Di sana, muatan dipecah menggunakan kapal mid-size, lalu dilanjutkan dengan kapal kecil sebelum akhirnya diangkut truk ke berbagai daerah.

"Proses ini panjang dan biaya logistiknya besar," jelas Hari dalam keterangannya, Selasa (25/11).

"Dengan revitalisasi Terminal LPG Arun, kapal VLGC berkapasitas besar kini dapat langsung bersandar dan memasok propane maupun butane ke Arun. Tentunya keberadaan terminal Arun ini sangat membantu efisiensi maupun produktivitas operasional kami."

Di sisi lain, revitalisasi ini memperkuat posisi Terminal LPG Arun sebagai hub distribusi utama. Terminal ini kini mampu mengoptimalkan pola suplai, termasuk aktivitas pengalihan muatan dan pengiriman ke terminal-terminal lain seperti Pangkalan Susu, Dumai, dan Tanjung Uban.

Pemerintah Aceh, melalui Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh Endra, menyampaikan apresiasi. Ia membacakan amanat Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang menekankan betapa pentingnya revitalisasi ini bagi pembangunan daerah.

Keberhasilan proyek ini bukan sekadar urusan teknis semata. Lebih dari itu, ia menjadi simbol komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, aman, dan efisien bagi masyarakat Aceh dan sekitarnya.

"Pemerintah Aceh memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pertamina Patra Niaga," katanya.

"Proyek ini jelas tidak hanya meningkatkan kualitas distribusi LPG, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas industri, penyerapan tenaga kerja, serta penguatan rantai pasok energi domestik di Aceh."

Harapan serupa disampaikan Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar. Ia berharap keberadaan terminal ini bisa memberikan manfaat nyata bagi warganya.

"Semoga Terminal LPG Arun ini bisa memberikan stimulus dan rangsangan untuk pertumbuhan ekonomi di Lhokseumawe dan Aceh pada umumnya," ucap Sayuti.

"Harapan saya, libatkan tenaga kerja lokal, libatkan pengusaha lokal, supaya pertumbuhan ekonomi di Lhokseumawe ini bisa meningkat dan tingkat pengangguran dapat berkurang."

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar