Hujan deras mengguyur Bogor Selatan, Jumat sore itu. Tiba-tiba, dari tebing di belakang sebuah rumah, terdengar suara gemuruh. Tanah bergerak, pohon bambu ikut terseret, dan dinding rumah itu pun ambruk. Dalam kejadian tanah longsor itu, dua bocah berusia 4 dan 5 tahun sempat tertimbun. Syukurlah, keduanya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Abudin (60), pemilik rumah, masih tampak terguncang saat menceritakan kejadiannya. "Pas kejadian saya baru pulang," ujarnya. Suaranya tercekat.
"Tanahnya mengembang terus longsor, jadi ngegubrak gitu. Itu kejadiannya memang pas lagi hujan deras," kenangnya.
Menurut Abudin, saat itu di dalam rumah sedang ramai. Istrinya dan lima cucunya sedang asyik bermain. Saat tanah bergerak dan suara tak wajar terdengar, empat orang berhasil menyelamatkan diri dengan cepat. Namun, dua anak paling kecil tak sempat.
"Yang gede mah sudah pada kabur duluan. Dua anak itulah yang keseret tembok sama bambu. Cucu saya semua," katanya, sambil menghela napas.
Namun begitu, ada kabar baik di tengah musibah ini. "Alhamdulillah nggak ada luka yang gimana-gimana. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit buat diperiksa lebih lanjut," imbuh Abudin, sedikit lega.
Dari keterangan resmi, tebing setinggi sekitar empat meter itu longsor membawa bonggol bambu besar. Material itu langsung menimpa bagian rumah tempat kedua korban bermain.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadi Sasongko, menjelaskan kronologinya di lokasi kejadian.
"Jadi, bonggol bambu dari tebing longsor itu menimpa langsung sebuah kamar. Di dalamnya, dua anak usia 4 dan 5 tahun sedang asyik bermain. Mereka pun tertimbun material," papar Dimas.
Longsor terjadi sekitar pukul lima sore, saat hujan memang sedang sangat lebat. Kedua anak itu, lanjut Dimas, tak punya kesempatan untuk menghindar.
Proses evakuasi berjalan dengan tense. Korban pertama, RA (4), berhasil dikeluarkan warga dengan cepat tak lama setelah kejadian. Sementara FA (5), sang kakak, butuh usaha lebih karena terjepit bonggol bambu yang besar. Tim SAR gabungan turun tangan untuk menanganinya.
Kini, kedua saudara kandung itu sudah berada dalam perawatan medis. Kejadian mengerikan di tengah guyuran hujan Bogor itu akhirnya berujung pada rasa syukur.
Artikel Terkait
Kejaksaan Agung Terima Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Polisi Tangkap Dua Pelajar Pembacok Pelajar di Palmerah, Satu di Antaranya Masih di Bawah Umur
Kapolri Buka Peluang Polri Jalankan Kebijakan Strategis Nasional atas Perintah Presiden
Direktur PTPN: Talenta Muda Kunci Transformasi Perkebunan di Tengah Tekanan Global