Menteri Keuangan Bahas Insentif untuk Merger Tiga Anak Usaha Pertamina

- Jumat, 09 Januari 2026 | 17:42 WIB
Menteri Keuangan Bahas Insentif untuk Merger Tiga Anak Usaha Pertamina

Jumat siang (9/1) lalu, kantor Menteri Keuangan tampak didatangi tamu penting. Simon Aloysius Mantiri, sang Dirut Pertamina, menyambangi Purbaya Yudhi Sadewa. Agenda utamanya? Membahas rencana besar merger tiga subholding perusahaan.

Rapat internal mereka digelar sekitar pukul dua siang. Simon, usai pertemuan, mengaku ada sejumlah poin krusial yang dibicarakan. Fokusnya pada penggabungan PT Kilang Pertamina Internasional, PT Pertamina Patra Niaga, dan PT Pertamina International Shipping.

"Rencananya, bisnis hilir kita akan diintegrasikan," ujar Simon di depan Kantor Kemenkeu.

"Kita akan menggabungkan Kilang Pertamina Indonesia [internasional], Pertamina Patra Niaga, dan Pertamina Internasional Shipping."

Dia pun membenarkan satu hal. Insentif atau keringanan untuk memuluskan merger itu memang jadi bahan pembicaraan. Tapi Simon enggan merinci lebih jauh. Soal bentuk atau besaran insentifnya, ia tutup rapat.

"Termasuk itu," tambahnya singkat.

Sebenarnya, wacana penggabungan ketiga anak usaha itu sudah lama bergulir. Target awal penyelesaiannya bahkan ditetapkan pada 1 Januari 2026. Namun nyatanya, hingga kini aksi korporasi tersebut belum juga terwujud. Prosesnya masih berjalan.

Di sisi lain, dukungan untuk program perampingan ini datang dari internal. Agung Wicaksono, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, menyebut perusahaan mereka mendukung penuh arahan Danantara Indonesia yang sedang gencar merasionalisasi BUMN.

“Pertamina mendukung sepenuhnya arahan Danantara tersebut,” tegas Agung dalam Rapat Komisi VI DPR, Rabu (19/11).

“Langkah ini sangat penting mengingat Pertamina memiliki portofolio perusahaan yang luas dan tersebar di berbagai jenis usaha, sehingga diperlukan penataan ulang.”

Menurut Agung, inti dari semua ini adalah fokus. Pertamina ingin lebih terkonsentrasi pada bisnis intinya: minyak dan gas, pengolahan, distribusi energi, plus energi baru terbarukan. Itulah tujuan program streamlining.

Nah, salah satu wujud konkretnya ya integrasi tiga sektor tadi. Mulai dari perdagangan, kilang dan petrokimia, sampai logistik kelautan. Tiga pilar yang punya peran vital dalam menyediakan energi buat masyarakat.

“Saat ini proses penggabungan atau integrasi bisnis tersebut sedang dilakukan secara internal,” ungkap Agung.

Ia menutup penjelasannya dengan menyebut bahwa semuanya berjalan sesuai prosedur untuk mencapai persetujuan yang diperlukan. Tinggal menunggu waktu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar