Jumat siang (9/1) lalu, kantor Menteri Keuangan tampak didatangi tamu penting. Simon Aloysius Mantiri, sang Dirut Pertamina, menyambangi Purbaya Yudhi Sadewa. Agenda utamanya? Membahas rencana besar merger tiga subholding perusahaan.
Rapat internal mereka digelar sekitar pukul dua siang. Simon, usai pertemuan, mengaku ada sejumlah poin krusial yang dibicarakan. Fokusnya pada penggabungan PT Kilang Pertamina Internasional, PT Pertamina Patra Niaga, dan PT Pertamina International Shipping.
"Rencananya, bisnis hilir kita akan diintegrasikan," ujar Simon di depan Kantor Kemenkeu.
"Kita akan menggabungkan Kilang Pertamina Indonesia [internasional], Pertamina Patra Niaga, dan Pertamina Internasional Shipping."
Dia pun membenarkan satu hal. Insentif atau keringanan untuk memuluskan merger itu memang jadi bahan pembicaraan. Tapi Simon enggan merinci lebih jauh. Soal bentuk atau besaran insentifnya, ia tutup rapat.
"Termasuk itu," tambahnya singkat.
Sebenarnya, wacana penggabungan ketiga anak usaha itu sudah lama bergulir. Target awal penyelesaiannya bahkan ditetapkan pada 1 Januari 2026. Namun nyatanya, hingga kini aksi korporasi tersebut belum juga terwujud. Prosesnya masih berjalan.
Artikel Terkait
BEI Catat Empat Emisi Baru, Tembus Rp216 Triliun di Awal 2026
IHSG Pacu Kembali ke Level 9.000, Transaksi Saham Melonjak 48%
IHSG Tembus 9.000, Rekor Baru dan Euforia Investor Warnai Awal 2026
Data Tenaga Kerja AS Mengejutkan, Wall Street Malah Meroket