Menteri Kebudayaan Fadli Zon duduk satu meja dengan para pelaku industri musik. Pertemuannya dengan Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) yang dipimpin langsung oleh Rhoma Irama itu bukan sekadar basa-basi. Ada agenda besar yang digarap: mendorong musik dangdut ke panggung dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Tak hanya itu, strategi jangka panjang untuk memajukan ekosistem dangdut di dalam negeri juga jadi bahan pembicaraan serius.
Fadli Zon menegaskan, pertemuan ini adalah langkah konkret. Ia ingin segera memulai proses pengajuan yang rumit itu. “Tentu hal ini harus dilakukan bersama komunitasnya, dalam hal ini PAMDI dan organisasi-organisasi lain, dan para musisi yang sudah mumpuni di bidang ini,” ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2/2026).
Persiapannya harus matang. Mulai dari naskah akademik hingga dossier lengkap untuk UNESCO harus disusun dengan teliti. Kabar baiknya, jalan itu sudah sedikit terbuka. Dangdut sendiri sebenarnya sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Itu syarat penting yang sudah terpenuhi.
Di sisi lain, pemerintah tak mau kerja ini berjalan sendirian. Fadli menyebut pintu kolaborasi terbuka lebar. Ia ingin melibatkan banyak pihak, dari pemerintah daerah, sanggar seni, sampai ke industri media. Beberapa platform media bahkan sudah dapat apresiasi karena dinilai konsisten mengangkat dangdut.
Nah, dari kubu seniman, dukungannya jelas. Rhoma Irama sebagai Ketua Umum PAMDI menyambut baik rencana ini.
Artikel Terkait
Wapres Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Resiprokal AS terhadap Produk Halal Lokal
Polisi Tangkap Pelaku Pemukulan Petugas SPBU Cipinang
Peneliti BRIN Nilai Usulan PT 7 Persen Terlalu Tinggi, Tawarkan Jalan Tengah
Warga Gugat Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten ke PN Soal Jalan Rusak