Setelah pencarian selama 17 hari yang melelahkan, akhirnya ada titik terang. Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki Gunung Slamet yang hilang, telah ditemukan. Usianya masih 18 tahun. Sayangnya, kabar ini datang dengan duka yang dalam. Ali ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Lokasinya di tebing kawah, sekitar 50 meter dari puncak Slamet. Bukan di dasar, melainkan di tebing.
"Kita infokan kepada teman-teman media, dalam posisi terbaring, dalam kondisi sudah meninggal dunia. Kedalaman kurang lebih dari puncaknya sekitar 50 meteran," jelas Catur Budi Fajar Sumarmo, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang.
Dia memberikan keterangan ini di hadapan awak media di Pemkot Magelang, Rabu siang (14/1/2026). Catur tampak didampingi sejumlah perwakilan dari Dinsos, BPBD, hingga pejabat kecamatan dan kelurahan.
Informasi itu sendiri diterimanya langsung dari tim SAR di puncak sekitar pukul 10.30 WIB.
"Alhamdulillah, sekitar pukul 10.30 WIB, kami menerima informasi langsung dari tim SAR yang ada di puncak. Alhamdulillah, survivor Mas Ali, putra Pak Dhani dan Mbak Tari, sudah diketemukan," ujar Catur, menyebut Ali dengan sebutan 'survivor' meski nasib berkata lain.
Kini, proses evakuasi sedang berjalan. Butuh waktu. Jenazah Ali diperkirakan baru tiba di basecamp Dipajaya sekitar 15 jam lagi setelah informasi diberikan.
Pihak Pemkot Magelang sendiri sudah bergerak cepat. Mereka berkoordinasi erat dengan Pemkab Pemalang dan BPBD setempat untuk memulangkan jenazah Ali ke kota asalnya.
"Beliau sanggup mengantar jenazah ini sampai ke Kota Magelang. Jam berapa pun. Kami juga sudah mengirim, sudah berangkat tim dari Kota Magelang dari BPBD dan PMI untuk membantu atau pengawalan dari Pemalang ke Magelang," tambah Catur, menegaskan komitmen pemulangan tersebut.
Perjalanan panjang pencarian itu akhirnya berakhir. Meski akhirnya bukan dengan kabar gembira yang dinanti keluarga dan para pencari.
Artikel Terkait
Nenek 80 Tahun Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Kebakaran di Kemayoran, Selamatkan Diri dengan Tongkat
Nenek 80 Tahun Kehilangan Tempat Tinggal Usai Rumah di Kemayoran Ludes Terbakar
DPR Kritik Wacana Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah di Jeddah, Minta Pemerintah Prioritaskan Program di Dalam Negeri
Rupiah Melemah, Mahasiswa Indonesia di Australia Terpaksa Rem Gaya Hidup dan Berhemat