Kasus penganiayaan asisten rumah tangga oleh seorang oknum ASN di Bogor terus bergulir. Polisi kini tengah mempersiapkan berkas untuk diserahkan ke Kejaksaan. Tersangka, seorang pegawai BPK berinisial OAP (37), telah resmi ditahan usai menjalani observasi kesehatan semalam.
“Sudah masuk sel tahanan tadi malam, sekitar jam satu lebih,” ujar Kasatres PPA-PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, mengonfirmasi.
Menurutnya, kondisi kesehatan tersangka tetap akan dipantau. Jika ada keluhan, tim dokter kepolisian siap dipanggil.
“Iya, kita pantau terus. Kalau ada keluhan lagi, kita panggil dokkes,” sebut Silfi.
Sebelumnya, OAP sempat mengeluh tekanan darah tinggi. Ia pun diobservasi di klinik Polres Bogor sebelum akhirnya dibawa ke sel.
Di sisi lain, korban, seorang ART berinisial FH (21), mengalami luka-luka yang cukup serius. Hasil visum memperlihatkan bekas kekerasan di beberapa bagian tubuhnya.
“Memang ada luka di kepala, telinga, punggung, dan tangannya. Itu sesuai keterangan korban,” jelas Silfi Adi Putri mengenai temuan medis tersebut.
Dengan proses penahanan yang sudah dilakukan, langkah polisi berikutnya adalah menyelesaikan pemberkasan. Mereka akan berkoordinasi penuh dengan jaksa penuntut umum untuk memastikan kasus ini bisa segera diadili.
“Karena penahanan sudah kita lakukan, otomatis tahap selanjutnya adalah pemberkasan dan koordinasi dengan JPU,” pungkasnya.
Insiden yang mengguncang kawasan Gunung Putri ini pun memasuki babak baru. Masyarakat menunggu proses hukum yang transparan dan adil.
Artikel Terkait
Kebakaran Besar di Kemayoran Hanguskan Permukiman Padat, 33 Unit Damkar Dikerahkan
Kebakaran Landa Permukiman Padat di Kemayoran, Lalu Lintas Dialihkan
PSSI Targetkan Gelar Juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk Akhiri Kutukan Enam Kali Runner-up
Timnas U-19 Menang 3-0 atas Myanmar di Laga Perdana Piala AFF, Nova Arianto Soroti Performa yang Belum Ideal