Tips Hindari Kenaikan Berat Badan Saat Ramadan

- Selasa, 24 Februari 2026 | 15:55 WIB
Tips Hindari Kenaikan Berat Badan Saat Ramadan

Ramadan seharusnya jadi momentum untuk tubuh lebih ringan, kan? Tapi kenyataannya, banyak dari kita malah mendapati angka di timbangan naik usai sebulan penuh berpuasa. Padahal, secara logika, waktu makan kita kan berkurang. Tapi entah mengapa, yang terjadi justru sebaliknya.

Nah, salah satu biang keroknya mungkin terletak pada tradisi buka puasa kita. Begitu adzan maghrib berkumandang, seolah ada 'tombol' yang membuat nafsu makan melonjak drastis. Lapar mata pun sulit dikendalikan. Ditambah lagi, pasar takjil musiman menawarkan segudang godaan mulai dari kolak, gorengan, hingga aneka kue manis. Fenomena berebut takjil ini sudah seperti ritual tahunan yang sulit dihindari.

Menikmati takjil sebenarnya sah-sah saja. Namun begitu, kalau berlebihan, dampaknya bisa kurang baik. Bukan cuma berat badan yang bertambah, tapi juga risiko gula darah dan kolesterol naik. Apalagi setelah perut kosong seharian, tubuh kita cenderung 'kalap' saat berbuka.

Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa tetap menikmati buka puasa tanpa khawatir kesehatan terganggu? Berikut beberapa tips sederhana yang bisa dicoba.

Awali dengan yang ringan. Jangan langsung serbu makanan berat. Kondisi perut yang masih kosong butuh penyesuaian. Cukup mulai dengan air putih dan sedikit kurma atau buah manis alami untuk mengembalikan energi. Tahan dulu keinginan untuk melahap semua hidangan di meja.

Pilih manis alami. Kalau mau takjil manis, utamakan yang berasal dari gula alami. Kurma, buah segar, atau kolak dengan pemanis secukupnya jauh lebih baik. Gula alami ini membantu menaikkan kadar gula darah secara perlahan, tidak melonjak tiba-tiba.

Waspadai gorengan. Ya, memang sulit ditolak. Tapi ingat, kandungan lemak jenuhnya tinggi. Kalau memang ingin, batasi porsinya. Jangan dijadikan menu harian. Gorengan itu minim nutrisi, tapi kalorinya justru berlimpah.

Jangan lupa cairan. Berbuka adalah waktu krusial untuk mengembalikan hidrasi tubuh. Pilih air putih, air kelapa, atau minuman rendah gula. Hindari minuman bersoda atau yang terlalu manis karena malah bikin cepat haus lagi. Usahakan minum cukup dari buka sampai sahur.

Utamakan gizi seimbang. Anggap takjil hanya sebagai pembuka. Menu utama tetap harus lengkap: karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Mengingat dalam sehari hanya ada dua waktu makan besar, pastikan nutrisi yang masuk benar-benar mencukupi kebutuhan tubuh.

Intinya, puasa Ramadan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mendetoks tubuh. Kuncinya adalah pengaturan diri. Dengan cara itu, kita tetap bisa menikmati kehangatan buka puasa dan ragam takjil, tanpa dibayangi rasa khawatir.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar