Ramadan seharusnya jadi momentum untuk tubuh lebih ringan, kan? Tapi kenyataannya, banyak dari kita malah mendapati angka di timbangan naik usai sebulan penuh berpuasa. Padahal, secara logika, waktu makan kita kan berkurang. Tapi entah mengapa, yang terjadi justru sebaliknya.
Nah, salah satu biang keroknya mungkin terletak pada tradisi buka puasa kita. Begitu adzan maghrib berkumandang, seolah ada 'tombol' yang membuat nafsu makan melonjak drastis. Lapar mata pun sulit dikendalikan. Ditambah lagi, pasar takjil musiman menawarkan segudang godaan mulai dari kolak, gorengan, hingga aneka kue manis. Fenomena berebut takjil ini sudah seperti ritual tahunan yang sulit dihindari.
Menikmati takjil sebenarnya sah-sah saja. Namun begitu, kalau berlebihan, dampaknya bisa kurang baik. Bukan cuma berat badan yang bertambah, tapi juga risiko gula darah dan kolesterol naik. Apalagi setelah perut kosong seharian, tubuh kita cenderung 'kalap' saat berbuka.
Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa tetap menikmati buka puasa tanpa khawatir kesehatan terganggu? Berikut beberapa tips sederhana yang bisa dicoba.
Awali dengan yang ringan. Jangan langsung serbu makanan berat. Kondisi perut yang masih kosong butuh penyesuaian. Cukup mulai dengan air putih dan sedikit kurma atau buah manis alami untuk mengembalikan energi. Tahan dulu keinginan untuk melahap semua hidangan di meja.
Artikel Terkait
Menteri AHY Peringatkan Krisis Air Makin Nyata, 43,5% Wilayah Defisit
UEA Hibahkan 30 Ton Kurma Premium untuk Indonesia di Ramadan
BNI Ingatkan Nasabah Waspada Serangan Phishing Saat Lonjakan Transaksi Ramadan-Lebaran
Serikat Pekerja Desak Prabowo Batalkan Impor 105 Ribu Pick Up India untuk Kopdes