Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis lalu, menjadi saksi sebuah momen penting. Di tengah upaya pemulihan pascabencana, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto secara resmi menyerahkan 600 unit hunian sementara atau huntara kepada warga yang terdampak banjir dan longsor. Kehadiran huntara ini, menurut Bima, adalah buah dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
"Arahan Bapak Presiden jelas," ujarnya.
"Pertama, bergerak cepat. Kedua, bergerak semua. Nah, inilah yang kita lihat sekarang. Dalam waktu sekitar dua minggu, lewat kolaborasi dengan BUMN Karya dan sinergi penuh dengan kepala daerah, huntara ini akhirnya bisa terwujud."
Bima tak segan memberi apresiasi. Kerja sama antara BUMN Karya, Danantara, dan pemerintah daerah dinilainya sangat efektif dan patut diacungi jempol. Namun begitu, tugas belum selesai hanya dengan serah terima kunci.
Ia pun menitipkan pesan khusus kepada Bupati Aceh Tamiang. Pembangunan sistem pengelolaan kawasan huntara harus segera dirancang. Mulai dari pengaturan air bersih, listrik, akses transportasi, sampai pembentukan struktur RT dan RW yang baru. Semua itu perlu dipikirkan agar hunian tidak sekadar jadi kumpulan bangunan, tapi sebuah komunitas yang layak.
"Kami titip kepada Pak Bupati untuk membangun sistem di sini. Karena akan perlu diatur nanti," tambah Bima.
Artikel Terkait
KPK Gelar OTT di Kantor Pajak Jakarta Utara, Dugaan Manipulasi Pengurangan Pajak
Poligami Dihukum Lebih Berat, Kohabitasi Diringankan: Paradoks KUHP Baru
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota