Emiten properti Tanrise Property (RISE) baru saja mengumumkan rencana yang cukup menarik perhatian pasar. Perusahaan milik konglomerat Hermanto Tanoko ini berencana membagikan saham bonus senilai fantastis, mencapai Rp525 miliar, kepada para pemegang sahamnya.
Darimana dananya? Rencananya, sumbernya akan diambil dari Agio Saham perusahaan. Penerbitan saham baru ini akan mencapai 5,25 miliar saham. Akibatnya, total saham yang ditempatkan dan disetor oleh perseroan bakal melonjak menjadi 16,198 juta saham. Angka yang tidak kecil.
Manajemen RISE menjelaskan rincian perhitungannya dalam keterbukaan informasi yang dirilis Senin (24/11/2025).
"Dengan perhitungan tersebut, maka rasio pembagian saham bonus adalah 25:12 dengan penjelasan bahwa untuk dua puluh lima saham lama akan memperoleh dua belas saham baru (dengan pembulatan ke bawah)," jelas pernyataan resmi perusahaan.
Lalu, apa sih tujuan dari aksi korporasi ini? Intinya, langkah ini ditempuh untuk memperkuat pondasi modal RISE. Di sisi lain, ini juga merupakan bentuk apresiasi dan benefit langsung bagi para investor yang telah mendukung. Dengan bertambahnya jumlah saham yang beredar secara proporsional, likuiditas di pasar pun diharapkan ikut terdongkrak. Alhasil, semua ini diharapkan memberi suntikan positif bagi kinerja saham RISE ke depannya.
Namun begitu, rencana ini tentu saja belum bisa langsung jalan. Untuk mewujudkannya, perseroan harus menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terlebih dulu. Rapat ini dijadwalkan pada 8 Januari 2025 mendatang.
Rencana pembagian ini mengacu pada laporan keuangan per 31 Desember 2024, di mana Tambahan Modal Disetor perusahaan tercatat sebesar Rp567 miliar. Nilai saham bonus yang akan dibagikan ini setara dengan 92,4% dari total Agio Saham yang dimiliki. Hampir seluruhnya.
Secara umum, skema saham bonus seperti ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang punya cadangan Agio Saham yang besar. Sesuai aturan, agio saham memang hanya boleh dibagikan dalam bentuk ini, bukan dalam bentuk tunai.
Keuntungannya bagi perusahaan? Jumlah saham yang beredar bertambah tanpa perlu menguras kas. Struktur modal pun jadi lebih rapi. Bagi investor, ini kabar bagus karena mereka dapat tambahan saham secara cuma-cuma.
Memang, dengan adanya saham bonus, harga saham nantinya akan disesuaikan (adjust) turun. Mirip sih dengan stock split, tapi persepsi pasar terhadap saham bonus seringkali lebih positif. Kenapa? Karena ini menunjukkan bahwa perusahaan punya ekuitas yang sehat dan cadangan agio yang kuat.
Di pasar, reaksinya terlihat positif. Saham RISE tercatat menguat tipis 1,3% ke level Rp11.825 pada jeda sesi siang. Yang lebih mencengangkan, sejak awal tahun, harga sahamnya sudah melesat hingga 1.050 persen. Sebuah performa yang luar biasa.
(Rahmat Fiansyah)
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Sistem Tol Tanpa Palang Masih Tahap Uji Fungsi Dasar
Pabrik Baru PT Mulia Boga Raya (KEJU) Ditargetkan Beroperasi Juli 2026
Laba Bersih DADA Melonjak Tiga Kali Lipat Meski Arus Kas Operasi Negatif
WMUU Bakal Rights Issue Rp600 Miliar, Harga Penawaran Lebih Tinggi dari Pasar