Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman geram. Pasalnya, 250 ton beras ilegal berhasil menyusup masuk ke Indonesia. Amran tak segan-segan mengancam bakal memecat pejabat di lingkungannya sendiri, bahkan hingga level direktur jenderal, jika terbukti meloloskan impor tanpa izin.
"Aku telepon satu-satu. Dirjen siapa yang meloloskan?" tegasnya. "Seandainya ada Dirjen meloloskan, hari ini berakhir jabatannya. Aku pastikan itu kalau dia tidak patuh pada presiden kita."
Namun begitu, Amran mengaku lega. Setelah dicek, para deputi Dirjen ternyata patuh dan mengikuti instruksi Presiden. Pernyataan keras ini disampaikannya kepada wartawan di kediamannya, Senin (24/11).
Semua berawal dari sebuah laporan yang bikin waspada. Pemerintah mendapati ada beras impor ilegal yang masuk lewat Sabang. Begitu dapat kabar, Amran langsung bergerak cepat. Meski sedang kurang sehat, ia menghubungi Kapolda, Kabareskrim, dan Pangdam setempat untuk segera melakukan penyegelan.
"Kami terima laporan tadi sekitar jam 02.00," ujarnya. "Bahasanya ada beras masuk di Sabang. Itu 250 ton tanpa izin dari pusat."
Lalu ia menambahkan, "Tadi langsung kami telepon Kapolda, kemudian Kabareskrim, kemudian Pak Pangdam, langsung disegel ini berasnya. Nah, enggak boleh keluar."
Artikel Terkait
OCBC NISP Bagikan Dividen Rp1,03 Triliun, Nilai per Saham Turun 58%
Avian Brands Bagikan Dividen Final Rp709 Miliar, Total 2026 Capai Rp1,36 Triliun
Analis Soroti Anomali: Kinerja BCA Gemilang, Harga Saham Justru Anjlok
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Setara Rp45 per Saham untuk Tahun Buku 2025