Dari sisi proyeksi, Freeport memperkirakan produksi tembaga dan emas PTFI dari Grasberg pada 2026 takkan jauh beda dengan realisasi 2025. Angkanya berkisar di 1,0 miliar pon untuk tembaga dan 0,9 juta ons emas.
Namun begitu, optimisme tetap mengemuka. Produksi diprediksi akan meningkat secara signifikan sepanjang 2026 dan 2027. Rata-rata produksi tahunan untuk periode 2027-2029 diproyeksikan mencapai 1,6 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas. Lonjakan yang cukup berarti.
Sebelumnya, pemerintah RI melalui Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, telah memberikan lampu hijau. Izin operasi untuk Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ) resmi dikeluarkan.
"Udah, udah [diberi izin] yang DMLZ sama Big Gossan," kata Tri dengan santai saat ditemui di sekitar Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (13/11).
Menurutnya, kedua tambang ini nantinya akan menyumbang produksi sekitar 600 ribu ton bijih tembaga per tahun. Angka itu setara dengan 30 persen dari total produksi bijih PT Freeport. Meski izin sudah di tangan, operasi produksi atau wrapping up di kedua lokasi tersebut konon belum juga dimulai.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Tipis, Dua Produk Lainnya Stabil
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 2,86 Juta per Gram
Wall Street Fokus pada Laporan Keuangan di Tengah Ketegangan Timur Tengah
INET (Sinergi Inti Andalan Prima) Ekspansi ke Bisnis Perdagangan Peralatan Telekomunikasi