"Harga minyak Arab Light untuk Oktober dipotong sebesar USD 1,40 per barel," ujar Laode.
Ia juga menambahkan, perlambatan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok ikut memberi tekanan pada pertumbuhan ekonomi regional, yang akhirnya berdampak pada permintaan minyak.
Laporan OPEC sendiri menunjukkan produksi minyak pada September naik cukup signifikan, yaitu 630 ribu barel per hari dibanding bulan sebelumnya. Rata-ratanya mencapai 43,05 juta barel per hari.
Sementara itu, International Energy Agency (IEA) mencatat pengolahan minyak mentah global pada Oktober diperkirakan turun ke level terendah musiman, yaitu 81,6 juta barel per hari. Angka ini sekitar 4 juta barel per hari lebih rendah dari rekor pengolahan pada Juli. Penyebabnya? Pemeliharaan rutin kilang di wilayah belahan bumi utara.
Nah, untuk gambaran yang lebih jelas, berikut perkembangan harga minyak mentah utama pada Oktober 2025:
- Dated Brent turun USD 3,27 per barel, dari USD 68,02 menjadi USD 64,75 per barel.
- WTI (Nymex) turun USD 3,46 per barel, dari USD 63,53 menjadi USD 60,07 per barel.
- Brent (ICE) turun USD 3,63 per barel, dari USD 67,58 menjadi USD 63,95 per barel.
- Basket OPEC turun cukup dalam, USD 5,25 per barel, dari USD 70,39 menjadi USD 65,14 per barel.
- Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun USD 3,19 per barel, dari USD 66,81 menjadi USD 63,62 per barel.
Artikel Terkait
Rahayu Saraswati Resmi Kuasai 5% Saham Trinland, Transaksi Rp45,5 Miliar di Bawah Harga Pasar
MNC Energy Klaim Operasional Tambangnya Kebal Aturan Daerah Berkat Jalan Khusus
Pemain Besar Beramai-ramai Jual, Saham Bakrie dan Salim Masih Panaskah?
600 Huntara Siap Huni di Aceh Tamiang, Dukung Pemulihan Pascabencana