Sementara komoditas energi lain bergerak, batu bara justru diam. Harganya stagnan, tetap bertengger di level USD 111 per ton.
CPO dan Nikel Ikut Tertekan
Nasib serupa dialami minyak kelapa sawit atau CPO. Komoditas andalan ini tercatat turun cukup signifikan, 1,68 persen, menjadi MYR 4.155 per ton.
Nikel pun tak ketinggalan. Di London Metal Exchange (LME), logam industri ini merosot 1,02 persen, dengan harga akhir perdagangan berada di USD 14.501 per ton.
Timah, Satu-Satunya Cahaya Terang
Di tengah pelemahan yang melanda, timah muncul sebagai pengecualian. Harganya justru menguat 0,31 persen. Berdasarkan data LME, logam ini ditutup pada harga USD 37.068 per ton, memberikan sedikit kelegaan di antara lautan merah.
Artikel Terkait
Pembangunan Pabrik Baru SCNP di Bogor Capai 70 Persen
IHSG Anjlok 1,44%, Saham MSKY dan JAYA Melonjak di Atas 34%
Rupiah Menguat ke Rp16.759 Didorong Harap Perundingan AS-Iran
Saham Jantra Grupo (KAQI) Melonjak 21,9%, Jadi Top Gainer Bursa