Sementara komoditas energi lain bergerak, batu bara justru diam. Harganya stagnan, tetap bertengger di level USD 111 per ton.
CPO dan Nikel Ikut Tertekan
Nasib serupa dialami minyak kelapa sawit atau CPO. Komoditas andalan ini tercatat turun cukup signifikan, 1,68 persen, menjadi MYR 4.155 per ton.
Nikel pun tak ketinggalan. Di London Metal Exchange (LME), logam industri ini merosot 1,02 persen, dengan harga akhir perdagangan berada di USD 14.501 per ton.
Timah, Satu-Satunya Cahaya Terang
Di tengah pelemahan yang melanda, timah muncul sebagai pengecualian. Harganya justru menguat 0,31 persen. Berdasarkan data LME, logam ini ditutup pada harga USD 37.068 per ton, memberikan sedikit kelegaan di antara lautan merah.
Artikel Terkait
YULE Bagikan Dividen Rp15,8 Miliar, Cair 13 Mei 2026
Transaksi SPPA BEI Melonjak 461% Didorong Fitur Repo
Rupiah Melemah Tipis di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Data Inflasi AS
MCOL Dirikan Anak Usaha Rp18,75 Miliar untuk Garap Bisnis Data dan TI