Dari sisi lingkungan, kereta api juga unggul. Moda ini disebut mampu mengurangi emisi hingga 70% dibandingkan dengan angkutan darat lainnya. Kontribusi ini sejalan dengan kebijakan nasional dan komitmen global di bidang keberlanjutan.
Di sisi lain, dari segi konektivitas, KAI Logistik sudah memiliki sejumlah titik yang berdekatan dengan pelabuhan utama. Sebut saja Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Mas di Semarang, dan Tanjung Perak di Surabaya. Konektivitas semacam ini memperkuat integrasi layanan multimoda menggabungkan kereta, truk, dan kapal laut sehingga memberi fleksibilitas lebih bagi pelanggan dalam mengatur rantai pasok mereka.
Fredi juga menekankan bahwa layanan logistik berbasis kereta api punya karakteristik khusus yang tak dimiliki moda lain. Mulai dari jadwal yang teratur dan tepat waktu, efisiensi energi dan biaya untuk jarak tertentu, standar keselamatan tinggi, hingga sistem pelacakan 24 jam dan perlindungan asuransi untuk setiap kiriman. Kombinasi antara aspek operasional, lingkungan, dan keamanan inilah yang membuat kereta api tetap relevan menjawab tantangan logistik modern.
“Dengan semua kelebihan tadi, kereta api adalah moda masa depan untuk membangun jaringan distribusi nasional yang efisien, terintegrasi, dan tentu saja ramah lingkungan,” pungkas Fredi. “KAI Logistik berkomitmen memperkuat peran ini lewat inovasi dan kolaborasi di sepanjang rantai pasok.”
Artikel Terkait
Pasar Modal Indonesia Pecahkan Rekor: Investor Tembus 20 Juta, Likuiditas Didominasi Ritel
OWK PACK Picu Saham Melonjak, Sentuh ARA Keenam Hari Berturut-turut
Astra Lanjutkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Banjir Bandang Sumatra
OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Nasional Bertahan Hingga 2025