Kyiv Berduka Lagi, Tiga Nyawa Melayang dalam Serangan Malam

- Jumat, 09 Januari 2026 | 11:55 WIB
Kyiv Berduka Lagi, Tiga Nyawa Melayang dalam Serangan Malam

Suara sirene kembali memecah langit Kyiv. Ibu kota Ukraina itu, bersama wilayah pinggirannya, kembali jadi sasaran bombardir militer Rusia. Setidaknya tiga nyawa melayang dalam serangan terbaru ini. Tak lama setelahnya, angkatan udara Ukraina mengeluarkan peringatan rudal yang berlaku untuk seluruh negeri.

Kekacauan langsung terlihat di lokasi kejadian. Serangan itu memicu kobaran api dan menghancurkan bagian dari beberapa gedung apartemen. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, memberikan konfirmasi pilu.

“Tiga orang tewas dan 13 luka-luka,” ujarnya, seperti dilaporkan kantor berita AFP, Jumat (9/1/2026).

Klitschko juga menyebut seorang petugas medis menjadi korban. Saat itu, sang petugas sedang merespons serangan drone di sebuah kompleks perumahan yang, tragisnya, terkena untuk kedua kalinya. Masih belum jelas apakah korban ini termasuk dalam hitungan sementara tiga orang tadi.

Suasana mencekam membuat otoritas setempat mengambil langkah cepat. Gubernur wilayah, Mykola Kalashnyk, mendesak warganya untuk tak keluar dari tempat perlindungan. “Tetaplah di dalam sampai sirene berhenti,” pesannya.

Peringatan dari angkatan udara Ukraina terdengar mengerikan: seluruh wilayah negara berada di bawah ancaman rudal. Peringatan itu dikeluarkan setelah mereka mengonfirmasi adanya pesawat pembom Rusia yang melintas.

Serangan ternyata tak hanya berpusat di Kyiv. Di kota Lviv, yang terletak di bagian barat Ukraina, sebuah rudal balistik menghantam “fasilitas infrastruktur” tak lama sebelum tengah malam. Untungnya, otoritas militer regional menyatakan tingkat radiasi di area tersebut masih dalam batas normal pasca-kejadian.

Menurut sejumlah saksi, serangan malam ini seolah mengonfirmasi peringatan yang sudah beredar sebelumnya. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kyiv, pada Kamis (8/1), sempat mengingatkan bahwa “serangan udara yang berpotensi signifikan” bisa terjadi kapan saja dalam hari-hari mendatang. Dan kini, peringatan itu menjadi kenyataan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar