Suara sirene kembali memecah langit Kyiv. Ibu kota Ukraina itu, bersama wilayah pinggirannya, kembali jadi sasaran bombardir militer Rusia. Setidaknya tiga nyawa melayang dalam serangan terbaru ini. Tak lama setelahnya, angkatan udara Ukraina mengeluarkan peringatan rudal yang berlaku untuk seluruh negeri.
Kekacauan langsung terlihat di lokasi kejadian. Serangan itu memicu kobaran api dan menghancurkan bagian dari beberapa gedung apartemen. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, memberikan konfirmasi pilu.
Klitschko juga menyebut seorang petugas medis menjadi korban. Saat itu, sang petugas sedang merespons serangan drone di sebuah kompleks perumahan yang, tragisnya, terkena untuk kedua kalinya. Masih belum jelas apakah korban ini termasuk dalam hitungan sementara tiga orang tadi.
Suasana mencekam membuat otoritas setempat mengambil langkah cepat. Gubernur wilayah, Mykola Kalashnyk, mendesak warganya untuk tak keluar dari tempat perlindungan. “Tetaplah di dalam sampai sirene berhenti,” pesannya.
Artikel Terkait
TAUD Ungkap Dugaan Serangan Terorganisir Melibatkan 16 Orang terhadap Andrie Yunus
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA
Serangan Udara di Beirut Bebani Sistem Kesehatan Lebanon yang Sudah Rapuh