Lagi-lagi, saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) melesat. Jumat (9/1/2026) ini, sahamnya kembali mentok di batas auto rejection atas (ARA) 10 persen. Pemicunya? Rincian penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) yang baru saja dirilis, dan pasar meresponsnya dengan sangat antusias.
Catatan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, sekitar pukul 10.38 WIB, PACK menguat 9,70 persen ke level Rp3.280 per saham. Transaksi yang terjadi pun cukup panas, dengan nilai mencapai Rp38,41 miliar dan volume 11,73 juta saham. Ini sudah hari keenam berturut-turut saham ini ARA sejak 2 Januari. Kalau dihitung dalam sepekan, kenaikannya fantastis: 59,22 persen.
Dari kacamata teknikal, pergerakannya menarik. PACK berhasil keluar dari area resistance kunci yang sebelumnya bertahan di kisaran Rp2.900-3.000. Candle hijau panjang yang terbentuk mengisyaratkan tekanan beli yang kuat, benar-benar menunjukkan momentum bullish. Sebelumnya, saham ini sempat berkonsolidasi cukup lama di area Rp1.900-2.100, yang sekarang jadi support. Kalau harga bisa bertahan di atas Rp3.000, peluang untuk lanjut ke zona Rp3.500 terbuka lebar. Tapi ya, perlu diingat, volatilitas saham ini memang terkenal tinggi. Jadi, manajemen risiko jangan sampai dilupakan.
Lalu, apa sih yang bikin investor begitu bersemangat?
Rupanya, semua berawal dari penjelasan resmi yang disampaikan PACK ke BEI sehari sebelumnya, Kamis (8/1). Perusahaan ini merinci rencana rights issue atau PMHMETD yang disertai penerbitan OWK. Skemanya begini: rasio HMETD ditetapkan 5 : 102. Setiap 1 HMETD bisa dipakai buat beli 1 OWK dengan harga cuma Rp100. Nah, OWK ini nantinya bisa dikonversi jadi 1 saham baru tanpa ada biaya tambahan lagi, dan akan otomatis berubah jadi saham saat jatuh tempo.
Lewat skema rights issue ini, PACK menawarkan sebanyak 32,58 miliar OWK. Dengan nilai nominal Rp10 per unit dan harga pelaksanaan Rp100, perusahaan berpotensi mengumpulkan dana segar hingga Rp3,25 triliun. Batas akhir pembayarannya ditetapkan 22 Januari 2026, sementara untuk pemesanan tambahan paling lambat sehari setelahnya. OWK sendiri akan diterbitkan tanggal 26 Januari 2026 dengan tenor satu tahun, jatuh tempo 2027. Hanya saja, instrumen ini tidak akan dicatatkan di bursa.
Manajemen PACK punya penjelasan soal harga diskon yang jauh dari harga pasar ini.
Artikel Terkait
Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung
Ultra Voucher Genjot Ekspansi, Targetkan Integrasi dengan Seluruh EDC BCA pada 2026
Empat Emiten Lepas Status Papan Khusus, Perdagangan Kembali Normal Pekan Depan
Menteri Keuangan Bahas Insentif untuk Merger Tiga Anak Usaha Pertamina