Astra Lanjutkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Banjir Bandang Sumatra

- Jumat, 09 Januari 2026 | 10:48 WIB
Astra Lanjutkan Bantuan Tahap Kedua untuk Korban Banjir Bandang Sumatra

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memang sudah reda. Tapi, dampaknya masih terasa panjang. Nah, di tengah fase pemulihan ini, Astra kembali bergerak. Mereka melanjutkan penyaluran bantuan tanggap darurat untuk masyarakat yang masih berjuang.

Langkah ini dijalankan bersama perusahaan-perusahaan dalam Grup Astra lewat program Nurani Astra. Sebenarnya, ini adalah tahap kedua. Bantuan pertama sudah lebih dulu digelontorkan sejak Desember tahun lalu, dan distribusinya berlanjut di awal 2026 secara bertahap.

Kalau kita lihat ke belakang, tahap awal bantuan cukup masif. Nurani Astra menyalurkan puluhan ton beras, ribuan liter air bersih, belum lagi ribuan kaleng sarden, minyak goreng, mi instan, hingga paket kebersihan dan susu. Jumlahnya mencapai ratusan ton lebih.

Nah, untuk tahap yang sekarang, fokusnya agak berbeda. Bantuan mencakup 600 unit paket shelter berisi tenda darurat, alas tidur, dan selimut. Selain itu, ada juga 900 paket sembako, paket kebersihan, hingga renovasi masjid yang rusak. Yang tak kalah penting, Astra membangun 5 unit instalasi air bersih beserta fasilitas sanitasi baru. Mereka juga menyiapkan perlengkapan sekolah, perlengkapan ibadah, dan tentu saja, layanan bantuan medis.

“Melalui bantuan tenda darurat, air bersih, fasilitas sanitasi, kesiapan ambulans dan bantuan lain di tahap ini, Astra berharap dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak di awal masa pemulihan ini,” ujar Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro.

Semua bantuan itu, kata mereka, disiapkan berdasarkan laporan kebutuhan di lapangan. Penyalurannya pun akan disesuaikan dengan kondisi dan prioritas wilayah terdampak. Tidak serentak, tapi bertahap sesuai kemampuan akses.

Sinergi dan Distribusi ke Daerah

Di sisi lain, Nurani Astra tidak bekerja sendirian. Mereka terus bersinergi dengan beragam lembaga kemanusiaan dan instansi pemerintah. Bantuan fisik sudah mulai disalurkan ke beberapa titik krusial, seperti Tamiang, Langsa, dan Bireuen di Aceh. Juga ke Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan di Sumatera Utara, serta Kabupaten Agam di Sumatera Barat.

Upaya penanganan pascabencana ternyata tak cuma soal barang. Ada kolaborasi teknis yang juga dijalankan. Astra bersama Kementerian Kesehatan RI, misalnya, sudah bergerak sejak 26 Desember lalu. Fokusnya: memeriksa dan memperbaiki ambulans serta kendaraan operasional dinas kesehatan di daerah bencana.

Hingga kini, hasilnya cukup signifikan. Sebanyak 126 unit ambulans yang tersebar di 31 titik lokasi mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat telah diperiksa dan diperbaiki. Proses perbaikan ini melibatkan dukungan teknis dari AUTO2000, Astra Daihatsu, dan Astra Isuzu. Tujuannya jelas: memastikan armada layanan kesehatan itu benar-benar siap melayani di kondisi darurat.

Pada intinya, semua dukungan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Astra. Mereka berjanji akan terus memantau situasi dan menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan nyata di ketiga provinsi tersebut. Sinergi dengan banyak pihak juga akan terus digencarkan, agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan.

Pemulihan pascabencana memang marathon, bukan lari sprint. Dan langkah Astra kali ini menunjukkan mereka masih ada di lintasan itu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar