Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memang sudah reda. Tapi, dampaknya masih terasa panjang. Nah, di tengah fase pemulihan ini, Astra kembali bergerak. Mereka melanjutkan penyaluran bantuan tanggap darurat untuk masyarakat yang masih berjuang.
Langkah ini dijalankan bersama perusahaan-perusahaan dalam Grup Astra lewat program Nurani Astra. Sebenarnya, ini adalah tahap kedua. Bantuan pertama sudah lebih dulu digelontorkan sejak Desember tahun lalu, dan distribusinya berlanjut di awal 2026 secara bertahap.
Kalau kita lihat ke belakang, tahap awal bantuan cukup masif. Nurani Astra menyalurkan puluhan ton beras, ribuan liter air bersih, belum lagi ribuan kaleng sarden, minyak goreng, mi instan, hingga paket kebersihan dan susu. Jumlahnya mencapai ratusan ton lebih.
Nah, untuk tahap yang sekarang, fokusnya agak berbeda. Bantuan mencakup 600 unit paket shelter berisi tenda darurat, alas tidur, dan selimut. Selain itu, ada juga 900 paket sembako, paket kebersihan, hingga renovasi masjid yang rusak. Yang tak kalah penting, Astra membangun 5 unit instalasi air bersih beserta fasilitas sanitasi baru. Mereka juga menyiapkan perlengkapan sekolah, perlengkapan ibadah, dan tentu saja, layanan bantuan medis.
“Melalui bantuan tenda darurat, air bersih, fasilitas sanitasi, kesiapan ambulans dan bantuan lain di tahap ini, Astra berharap dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak di awal masa pemulihan ini,” ujar Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro.
Semua bantuan itu, kata mereka, disiapkan berdasarkan laporan kebutuhan di lapangan. Penyalurannya pun akan disesuaikan dengan kondisi dan prioritas wilayah terdampak. Tidak serentak, tapi bertahap sesuai kemampuan akses.
Artikel Terkait
Wall Street Beringsut di Tengah Data Tenaga Kerja dan Ketegangan Mahkamah Agung
Ultra Voucher Genjot Ekspansi, Targetkan Integrasi dengan Seluruh EDC BCA pada 2026
Empat Emiten Lepas Status Papan Khusus, Perdagangan Kembali Normal Pekan Depan
Menteri Keuangan Bahas Insentif untuk Merger Tiga Anak Usaha Pertamina