Pertumbuhan jumlah pengguna yang mencapai 1 juta penumpang per hari menjadi pertimbangan utama dalam manajemen perawatan. Setiap peningkatan layanan, menurut Karina, harus diimbangi dengan maintenance yang komprehensif baik pada sarana kereta maupun fasilitas stasiun.
Kebijakan sterilisasi stasiun setelah pemberangkatan terakhir KRL merupakan bagian dari protokol standar operasional. Langkah ini mencakup proses pembersihan menyeluruh dan perawatan fasilitas untuk memastikan kesiapan layanan pada keesokan harinya.
"Perawatan ini bertujuan agar setiap fasilitas tetap optimal kinerjanya pada jam operasional. Selain itu, juga untuk menjaga keamanan dan kenyamanan stasiun dari potensi-potensi yang tidak diinginkan," sambung Karina.
KAI Commuter menegaskan posisi KRL sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat dari daerah penyangga ibu kota. Komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama yang tidak dapat dikompromikan, termasuk melalui program maintenance yang terstruktur dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Cadangan LPG Nasional Kembali Normal Setelah Sempat Kritis
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Yield Capai 8,4%
Cimory Bagikan Dividen Rp1,59 Triliun dari Laba Bersih Rp2,03 Triliun
IHSG Melonjak 2,07%, Sentimen Beli Dominasi Pasar Saham