Pelemahan pasar saham Asia terlihat jelas pada pergerakan berbagai indeks utama:
- Indeks MSCI Asia Pasifik (di luar Jepang): Turun 0,7%.
- Nikkei 225 (Jepang): Melemah lebih dari 2%.
- TOPIX (Jepang): Tergerus 1,48%.
- Shanghai Composite (Tiongkok): Terdepresiasi 2,04%.
- Hang Seng (Hong Kong): Merosot 0,91%.
- KOSPI (Korea Selatan): Melemah 1,80%.
- ASX 200 (Australia): Berkurang 1,65%.
Tekanan ini merupakan lanjutan dari pelemahan yang terjadi di Wall Street pada sesi sebelumnya.
Pergerakan Mata Uang dan Sorotan Laporan Nvidia
Di pasar valuta asing, Dolar AS menunjukkan penguatan. Indeks Dolar (DXY) naik 0,2% ke level 99,545. Dolar juga menguat terhadap Yen Jepang, mencapai level 155,29, yang merupakan level terlemah Yen sejak awal Februari. Pergerakan Yen ini memicu pernyataan keprihatinan dari Menteri Keuangan Jepang mengenai volatilitas mata uang tersebut.
Selain data makro, laporan kinerja kuartalan Nvidia pada hari Rabu juga menjadi sorotan utama. Investor mencari tanda-tanda apakah sektor semikonduktor, yang menjadi penggerak rally pasar saham dalam beberapa bulan terakhir, mulai menunjukkan kelemahan.
Prospek dan Volatilitas Pasar Ke Depan
Analis memprediksi volatilitas yang lebih tinggi akan terus menyelimuti pasar saham global di bulan November. Banyak indeks utama kini tertahan dan gagal mencetak rekor baru, berbeda dengan performa di bulan Oktober. Keputusan The Fed pada Desember nanti masih dianggap belum pasti, sangat bergantung pada kekuatan data ekonomi yang akan dirilis.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp19.000 per Gram, Galeri24 dan UBS Ikut Menguat
Pasar Logam Menguat Usai Gencatan Senjata AS-Iran Buka Kembali Selat Hormuz
Bursa Asia Melonjak, Harga Minyak Anjlok Usai AS-Iran Sepakat Gencatan Senjata
Analis Prediksi IHSG Berpeluang Rebound, Level 7.050 Jadi Kunci