Wall Street Pekan Ini: Laporan Laba Nvidia Jadi Sorotan Utama Pasar
Pasar saham Wall Street diprediksi akan bergerak dinamis seiring rilisnya laporan keuangan Nvidia pekan ini. Laporan ini dinilai krusial untuk mengukur sentimen pasar terhadap sektor teknologi, terutama di tengah menurunnya ekspektasi pemotongan suku bunga oleh The Fed.
Perdagangan Jumat lalu ditutup beragam dengan indeks S&P 500 turun 0,05%, sementara Nasdaq berhasil naik 0,13%. Indeks Dow Jones mengalami penurunan lebih dalam sebesar 0,65%. Tekanan jual yang terjadi selama dua minggu berturut-turut dipicu kekhawatiran investor terhadap penundaan pemotongan suku bunga acuan.
Berdasarkan data CME Fedwatch, probabilitas The Fed memangkas suku bunga 25 basis poin pada Desember merosot tajam menjadi 39,8% dari posisi 61,9% pada pekan sebelumnya. Pergeseran ekspektasi ini membuat pasar lebih berhati-hati dan cenderung menunggu (wait-and-see).
Ketidakpastian ekonomi AS semakin meningkat, diperparah oleh penundaan rilis data ekonomi kunci akibat penutupan pemerintah. Meski penutupan telah berakhir, data inflasi dan ketenagakerjaan untuk periode Oktober dikhawatirkan batal dirilis. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.
Tekanan jual di sektor teknologi menjadi pendorong utama pelemahan indeks Nasdaq, yang tercatat anjlok 3,6% sepanjang November. S&P 500 juga terkoreksi 1,6%, sementara Dow Jones relatif lebih stabil dengan penurunan 0,9%.
Pada perdagangan berjangka, S&P 500 futures menguat 0,2% dan Nasdaq 100 futures naik 0,3%, mengindikasikan pembukaan yang hati-hati untuk pekan ini.
Semua mata tertuju pada laporan kuartalan Nvidia yang dijadwalkan rilis pada Rabu. Laporan ini dinilai sebagai penguji validasi untuk valuasi perusahaan yang mencapai USD 4 triliun. Kinerja Nvidia akan menjadi barometer kesehatan prospek kecerdasan buatan (AI) dan menjawab keraguan atas gelembung valuasi di sektor teknologi.
Nvidia menjadi simbol aksi jual besar-besaran di akhir Oktober lalu, didorong kekhawatiran atas valuasi yang terlalu tinggi dan skema investasi sirkular dengan pelanggan utamanya.
Selain Nvidia, kinerja peritel besar seperti Target dan Walmart juga akan dipantau ketat untuk mengukur daya beli konsumen AS di tengah tekanan inflasi. Laporan dari Home Depot, Lowe’s, dan TJX turut melengkapi gambaran kondisi ritel domestik.
Artikel Terkait
S&P DJI Lanjutkan Rebalancing Indeks di Indonesia, Pantau Perkembangan Regulasi BEI
S&P Dow Jones Tetap Lanjutkan Rebalancing Indeks di Indonesia Meski Kompetitor Tunda
S&P Tetap Lanjutkan Rebalance Indeks Indonesia di Tengah Keraguan Pesaing
S&P DJI Tegaskan Rebalance Indeks Indonesia Tetap Berjalan Maret 2026