Lalu, ada bonus tak terduga lainnya: sampel. Diperkirakan, hingga 400 kilogram puing-puing dari Bulan akan terlontar, bertahan melewati atmosfer Bumi, dan jatuh sebagai hujan meteor. Secara tak langsung, ini seperti misi pengembalian sampel Bulan skala besar meski materialnya mungkin sudah hangus terbakar.
Bagi penggemar fiksi ilmiah, gambaran hujan meteor ini mungkin mengingatkan pada adegan di "Andor" atau novel "Seveneves". Simulasi menunjukkan, puncaknya sekitar Natal 2032 bisa terjadi hingga 20 juta meteor per jam! Ratusan bola api besar akan melintas di langit, terlihat jelas dengan mata telanjang dari separuh bagian Bumi yang sedang menghadap ke arah itu.
Tapi, di sisi lain, kita tak boleh lengah. Ratusan kilogram batuan antariksa itu harus jatuh ke suatu tempat. Perhitungan awal menunjuk ke wilayah seperti Amerika Selatan, Afrika Utara, dan Semenanjung Arab. Bayangkan jika beberapa kilogram di antaranya jatuh di kota padat seperti Dubai. Kerusakan bisa terjadi.
Risiko yang lebih mengerikan justru mengintai di atas kita: satelit. Hujan puing ini berpotensi memicu bencana berantai di orbit, yang dikenal sebagai Kessler Syndrome. Tabrakan antar-satelit bisa melumpuhkan jaringan navigasi dan internet global, dan membuat peluncuran wahana antariksa jadi sangat berbahaya untuk tahun-tahun mendatang.
Karena risiko itulah, beberapa badan antariksa mulai mempertimbangkan opsi ekstrem: membelokkan asteroidnya. Misi untuk menjauhkan 2024 YR4 dari jalur tabrakannya dengan Bulan sedang dikaji, meski belum ada keputusan final.
Pada akhirnya, semua ini masih sebatas kemungkinan 4%. Namun begitu, jika peluangnya meningkat dalam beberapa tahun ke depan, umat manusia akan dihadapkan pada pilihan yang berat. Apakah kita akan mengintervensi, melindungi infrastruktur orbit yang vital? Atau membiarkan alam mengambil jalannya, dan menyambut lonjakan pengetahuan ilmiah yang mungkin cuma datang sekali dalam peradaban?
Pilihannya tidak mudah. Dan waktu untuk memutuskan, perlahan-lahan terus berjalan.
Artikel Terkait
Apple Gandeng Google, Siri Baru Bakal Pakai Mesin Cerdas Gemini
Microsoft Luncurkan Maia 200, Chip Andalan untuk Efisiensi AI
South Carolina Pecahkan Rekor Kasus Campak Terburuk dalam Tiga Dekade
Generasi Digital Indonesia: Antara Peluang dan Tantangan di Balik Layar