Durov dan Musk Serang WhatsApp: Hanya Orang Bodoh yang Percaya Aman di 2026

- Kamis, 29 Januari 2026 | 07:42 WIB
Durov dan Musk Serang WhatsApp: Hanya Orang Bodoh yang Percaya Aman di 2026

CEO Telegram, Pavel Durov, tak sungkan melontarkan kritik pedas. Sasaran tembaknya kali ini adalah WhatsApp. Dalam sebuah unggahan di platform X, miliarder asal Rusia itu sampai-sampai menyebut bahwa hanya orang bodoh yang percaya WhatsApp aman di tahun 2026. Kritiknya ini muncul berbarengan dengan gugatan class action yang sedang bergulir di pengadilan San Francisco, Amerika Serikat.

Inti gugatan itu sendiri cukup serius: WhatsApp dituding bisa mengakses pesan pengguna. Tuduhan ini tentu saja bertolak belakang dengan janji end-to-end encryption (E2EE) yang selama ini digaungkan.

“Anda benar-benar bodoh jika percaya WhatsApp aman di 2026. Ketika kami menganalisis bagaimana WhatsApp menerapkan ‘enkripsinya’, kami menemukan banyak celah serangan,”

tulis Durov dengan nada yang terang-terangan.

Menurutnya, analisis internal Telegram berhasil menemukan sejumlah attack vectors atau celah serangan dalam sistem enkripsi pesaingnya itu. Meski begitu, Durov enggan membeberkan detail teknisnya lebih lanjut. Padahal, WhatsApp selama ini menggunakan Signal Protocol sistem enkripsi yang sudah melalui audit independen dan diklaim aktif secara default.

Nah, Durov ternyata tidak sendirian. Kritik serupa datang dari sosok lain yang juga tak asing: Elon Musk. CEO Tesla dan pemilik X itu ikut nimbrung dengan nada yang tak kalah sinis.

“WhatsApp tidak aman. Bahkan Signal juga patut dipertanyakan. Gunakan X Chat,”

cuit Musk, menanggapi sebuah unggahan yang mengutip laporan Bloomberg soal gugatan hukum terhadap Meta, induk perusahaan WhatsApp.

Di sisi lain, WhatsApp tentu saja tak tinggal diam. Kepala WhatsApp, Will Cathcart, langsung angkat bicara untuk membantah semua tudingan itu.

“Ini sepenuhnya salah. WhatsApp tidak bisa membaca pesan karena kunci enkripsinya tersimpan di ponsel pengguna dan kami tidak memiliki akses ke sana,”


Halaman:

Komentar