Nah, selain konsultasi teknis, Lenovo punya beberapa penawaran lain. Salah satunya adalah TruScale, sebuah model layanan yang memberi akses fleksibel ke portofolio teknologi mereka. Skemanya pay-as-you-go, alias bayar sesuai pemakaian. Keuntungannya jelas: skalabilitas lebih mudah tanpa perlu menggelontorkan modal besar di awal.
Di sisi lain, mereka juga menyediakan skema leasing. Skema ini dirancang untuk membantu pelanggan bisnis mengatur pengeluaran mereka antara biaya operasional rutin (OPEX) dan belanja modal (CAPEX) dengan lebih seimbang. Jadi, beban keuangan bisa lebih terkelola.
“Kita selalu utamakan consumer sama customers kita di depan. Jadi, kita lihat juga mereka butuhnya apa. Kita enggak akan misalnya bilang, ‘Eh, karena price increase, kita turunin ini.’ No. Mereka butuhnya apa, jadi tergantung dari situ,”
Budi Janto, General Manager Lenovo Indonesia, menegaskan prinsip mereka dalam menghadapi situasi pasar yang rumit ini.
Intinya, di tengah gejolak pasokan komponen, strateginya bergeser. Bukan lagi soal punya barang paling canggih, tapi bagaimana mencapai tujuan bisnis dengan cara yang paling cerdas dan efisien. Itulah kunci yang mereka tawarkan sekarang.
Artikel Terkait
Temuan di Gua Jerman Ungkap Simbol Komunikasi Manusia Purba 40.000 Tahun Lalu
Cara Nonaktifkan Suara Jepretan Kamera iPhone Sesuai Model
Domain AI.com Terjual Rp1,1 Triliun, Pecahkan Rekor Termahal Sepanjang Sejarah
Koktail Berasap Berujung Tragis, Lambung Pria Ini Pecah Usai Teguk Nitrogen Cair