Gelombang adopsi kecerdasan buatan (AI) di kalangan korporat tahun ini ternyata tak semulus rencana. Ada kendala serius yang menghadang: kelangkaan memori atau RAM. Ya, komponen vital untuk pemrosesan AI itu sedang langka langka banget. Kabarnya, kapasitas produksi global untuk komponen ini sudah habis dipesan hingga satu tahun ke depan. Situasi ini bikin pusing banyak pihak.
Harga komponen yang meroket dan stok yang terbatas jelas memaksa semua orang untuk berpikir ulang. Lenovo, misalnya, berpendapat bahwa cara lama dalam membangun infrastruktur yang terlalu fokus pada angka-angka spesifikasi sudah nggak relevan lagi. Mereka kini mendorong para pelaku bisnis untuk beralih ke pendekatan yang berorientasi pada hasil. Intinya, apa sih yang mau dicapai?
“Kami tidak lagi bertanya, ‘Spesifikasinya apa?’ Tapi justru, ‘Apa hasil yang ingin Anda capai?’,”
Kumar Mitra, Executive Director & General Manager Infrastructure Solutions Group Lenovo Asia Pasifik, menjelaskan hal itu di sela acara Lenovo Tech Day 2026 di Jakarta, Selasa lalu.
Dengan memahami tujuan akhir pelanggan, Lenovo klaim bisa menyesuaikan solusi yang lebih tepat guna. Harapannya, solusi itu tetap efektif tapi juga masuk akal dari segi biaya. Jadi, perusahaan nggak perlu serta-merta membeli perangkat dengan spesifikasi super tinggi di saat harganya sedang melambung.
Artikel Terkait
Batu Seberat 826 Gram Dikeluarkan dari Kandung Kemih Pria Iran
Bakteri Pemakan Minyak: Harapan Baru untuk Sembuhkan Laut Indonesia
Lenovo Akui Harga Produk Bakal Naik Imbas Demam AI
FCC Izinkan SpaceX Tambah 7.500 Satelit Starlink, Layanan Internet Global Makin Dekat