Baru diperkenalkan tanggal 11 November lalu, iPhone Pocket sudah lenyap dari peredaran. Aksesori edisi terbatas hasil kolaborasi Apple dengan desainer legendaris Issey Miyake itu habis terjual di semua kanal resmi. Padahal, harganya tidak bisa dibilang murah.
Untuk versi tali panjang, harganya 230 dolar AS atau sekitar Rp 3,8 juta. Sementara yang tali pendek dibanderol 149 dolar AS, setara Rp 2,4 jutaan. Tapi tampaknya harga itu tak jadi halangan bagi para penggemar setia.
Di situs web Apple dan seluruh Apple Store, semua opsi warna yang totalnya delapan sudah bertanda “sold out”. Stoknya habis dalam waktu yang terbilang singkat.
Menurut sejumlah saksi yang sempat melihat langsung, kantong ini punya tekstur yang unik. Ia dibuat dari bahan konstruksi 3D Knit khas Issey Miyake, yang bisa meregang. Fungsinya sederhana: untuk menyimpan iPhone plus barang kecil lain seperti earphone atau dompet digital.
Soal cara pakainya, fleksibel. Bisa digenggam langsung, diikatkan ke tas sebagai hiasan, atau malah disampirkan di bahu. Intinya, sesuka pemakainya.
Yoshiyuki Miyamae, Direktur Desain di Miyake Design Studio, punya penjelasan filosofis soal ini.
“iPhone Pocket mengeksplorasi konsep ‘kebahagiaan menggunakan iPhone dengan caramu sendiri’. Desainnya sederhana, selaras dengan ide di Issey Miyake untuk membiarkan suatu rancangan tidak terdefinisi terlalu jelas. Tujuannya, membuka banyak kemungkinan dan interpretasi pribadi,” paparnya dalam pernyataan resmi.
Dari sisi kompatibilitas, aksesori ini bisa dipakai untuk hampir semua model iPhone, mulai dari iPhone 8 Plus ke atas.
Ini bukan kali pertama Apple merambah dunia fesyen untuk iPhone tahun ini. Langkah serupa sudah dilakukan September lalu, dengan meluncurkan tali selempang seharga 59 dolar AS. Produk itu dirilis bersamaan dengan iPhone 17 Series dan iPhone Air.
Jadi, kolaborasi dengan Issey Miyake ini seperti penegasan. Apple tak cuma main di teknologi, tapi juga ingin bermain di ranah gaya dan ekspresi personal. Dan pasar, rupanya, menyambutnya dengan antusias.
Artikel Terkait
Peneliti Temukan Spesies Baru Laba-laba Hantu di Habitat Bambu Jawa
OAIL Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Bukan Meteor, Melainkan Sampah Antariksa
Iran Buka Front Siber, Serangan Psikologis dan Spyware Gantikan Rudal
X Patuhi PP TUNAS, Batas Usia Pengguna di Indonesia Naik Jadi 16 Tahun