Hasil Imbang Lawan PSIM Perparah Posisi Persija, Peluang Juara Kian Tipis

- Rabu, 22 April 2026 | 18:30 WIB
Hasil Imbang Lawan PSIM Perparah Posisi Persija, Peluang Juara Kian Tipis

Jakmania Murka, Peluang Juara Persija Terancam Usai Imbang Lawan PSIM

Lagi-lagi, Persija Jakarta harus menelan pil pahit. Bermain imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta di pekan ke-29 Liga Super itu bukan sekadar kehilangan dua poin. Bagi para Jakmania, hasil di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (22/4) lalu, terasa seperti pukulan telak yang mengubur harapan juara.

Macan Kemayoran memang tampil dominan. Mereka menekan, menciptakan peluang. Tapi semuanya mentah di depan gawang. Pola serangan yang itu-itu lagi gampang ditebak lawan. Yang lebih menyakitkan, penalti sekalipun gagal dituntaskan. Performa kiper PSIM, Cahya Supriadi, malam itu bak tembok yang tak tertembus.

Kekecewaan pun meledak. Media sosial klub dibanjiri kritik pedas dari suporter yang merasa dikhianati. Sorotan utama? Taktik pelatih Mauricio Souza yang dianggap jadul dan mudah dibaca. Lalu, performa para pemain asing yang dinilai jauh dari kata mengesankan. Tak sedikit yang secara terang-terangan menuntut Souza mundur dari kursi kepelatihan.

“Koloni brazil ini mungkin pikirannya udh berlibur di rio de janeiro, menikmati pantai sambil barbeque bersama keluarga, karna mereka tau kontrak mereka ga akan diperpanjang dan memang TIDAK LAYAK DIPERPANJANG. game play makin amburadul, makin monoton tanpa ada variasinya. tiap freekick, corner bahkan penalti sekalipun selalu para brazil yg selalu mengeksekusi walaupun ga ada hasilnya. bringbackthomasdoll,” tulis satu akun dengan nada kesal.

“SUMPAH PADA GA PUNYA MENTAL JUARA!!!” sahut yang lain.

“Pelatihnya minin taktik, tengahnya kurang kreativitas, musim depan wajib sih beli peralta kalo mau juara,” komentar warganet lainnya.

Padahal, laga sebenarnya berjalan dengan tempo tinggi. PSIM bahkan sempat mencuri kejutan lewat gol cepat Ezequiel Vidal di menit ketiga. Persija membalas lewat penalti Allano Lima di menit ke-17. Tapi setelah itu, meski terus menyerang, finishing yang payah jadi masalah utama. Penalti kedua yang dieksekusi Maxwell Souza pun ditepis Cahya. Babak kedua ceritanya sama: peluang ada, gol tak kunjung datang. Bahkan satu lagi penalti yang didapat dibatalkan VAR.

Skor 1-1 bertahan hingga akhir. Hasil yang jelas-jelas merugikan.

Dampaknya di klasemen serius. Persija tetap terpaku di peringkat tiga dengan 59 poin. Mereka tertinggal empat poin dari Borneo FC di posisi kedua (63 poin), dan terpaut enam poin dari sang pemuncak, Persib Bandung (65 poin). Jaraknya makin jauh. Peluang juara, mau tak mau, kian tipis.

Tekanan kini membesar. Bukan cuma soal angka di papan klasemen, tapi juga kepercayaan. Jakmania sudah menunjukkan batas kesabaran. Tim harus segera berbenah, mencari formula baru. Kalau tidak, yang melayang bukan cuma gelar, melainkan juga dukungan dari jantung hati mereka sendiri.

Ini daftar pemain yang turun malam itu:

PSIM Yogyakarta: Cahya Supriadi; Franco Mingo, Van der Avert, Raka Cahyana, Yusaku Yamadera; Savio Sheva, Donny Warmerdam, Ze Valente; Deri Corfe, Muhammad Iqbal, Ezequiel Vidal.

Persija Jakarta: Carlos Eduardo; Bruno Tubarao, Dony Tri, Jordi Amat, Paulo Ricardo, Rizky Ridho; Rayhan Hannan, Van Basty Sousa; Allano Lima, Maxwell Souza, Eksel Runtukahu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar