Namun begitu, tampaknya kondisi panggung punya tantangannya sendiri. Vitukhin menduga keras, jatuhnya AIDOL kemungkinan besar dipicu oleh fluktuasi tegangan listrik yang tak terduga. Faktor lingkungan lain seperti pencahayaan dan masalah kalibrasi juga disebut-sebut sebagai biang kerok.
Dia berusaha berfilsafat menanggapi insiden ini. "Inilah jenis pembelajaran waktu nyata," ujarnya. "Di mana kesalahan yang berhasil berubah menjadi pengetahuan, dan kesalahan yang gagal berubah menjadi pengalaman. Saya berharap kesalahan ini berubah menjadi pengalaman."
Di sisi lain, AIDOL bukan sekadar proyek perusahaan biasa. Robot ini adalah proyek unggulan Koalisi Teknologi Baru Rusia, sebuah konsorsium yang menghimpun perusahaan robotik dan universitas teknik. Misi mereka jelas: mengembangkan robot antropomorfik yang bisa diandalkan. Debut yang gagal ini, bagaimanapun, adalah pengingat bahwa jalan menuju teknologi canggih tak selalu mulus.
Reporter: Muhamad Ardiyansyah
Artikel Terkait
Cara Nonaktifkan Suara Jepretan Kamera iPhone Sesuai Model
Domain AI.com Terjual Rp1,1 Triliun, Pecahkan Rekor Termahal Sepanjang Sejarah
Koktail Berasap Berujung Tragis, Lambung Pria Ini Pecah Usai Teguk Nitrogen Cair
Petrichor: Aroma Hujan yang Menenangkan Pikiran dan Mengembalikan Keseimbangan