Yuki Tatsuro memutuskan mundur dari posisi pelatih kepala Timnas Wanita Myanmar. Pengunduran dirinya diumumkan langsung oleh Federasi Sepak Bola Myanmar, Jumat lalu. Keputusan ini datang tak lama setelah timnya tersingkir di fase grup SEA Games 2025 di Thailand.
Perjalanan Myanmar di grup sebenarnya memberi harapan. Dari 5 hingga 11 Desember, mereka tampil solid. Dua kemenangan berhasil direngkuh: 2-1 atas Filipina dan 3-0 melawan Malaysia. Performa itu sempat membuat optimisme merebak.
Namun begitu, segalanya berubah di laga penentu. Vietnam berhasil mengandaskan Myanmar dengan skor 2-0. Sementara itu, di pertandingan lain, Filipina membantai Malaysia 6-0. Hasil ini langsung mengubah peta klasemen secara drastis.
Akibatnya, Myanmar terlempar. Poin mereka sama dengan Vietnam dan Filipina, yaitu enam. Tapi selisih gol yang buruk menjungkalkan mereka ke posisi ketiga. Impian ke semifinal pun pupus.
Karier Tatsuro bersama Myanmar sendiri dimulai pada 2023. Awalnya, ia direkrut sebagai Direktur Pengembangan Sepak Bola Wanita. Tak butuh waktu lama, ia kemudian dipercaya memegang kendali tim senior untuk SEA Games 2023 di Kamboja.
Di sana, ia langsung menorehkan prestasi gemilang. Chinthe Ladies begitu mereka biasa disapa berhasil membawa pulang medali perak. Itu adalah pencapaian tertinggi selama Tatsuro memimpin.
Sepanjang 2025, tim ini terbilang aktif. Mereka tampil di empat turnamen berbeda. Ada momen manis seperti gelar juara di turnamen empat negara di Nepal. Tapi ada juga kekecewaan, seperti gagal melaju di kualifikasi Piala Asia.
Di ASEAN Women’s Championship tahun yang sama, mereka nyaris menang, finis sebagai runner-up. Sayangnya, penutup tahun terasa pahit. Kegagalan di SEA Games 2025 rupanya menjadi titik akhir bagi sang pelatih. Ia memilih untuk mengakhiri tugasnya.
Artikel Terkait
Indonesia di Pot Terendah Undian Piala Asia 2027, Berpeluang Kembali Hadapi Jepang dan Irak
Pelatih Timnas U-17 Instruksikan Pemain Tak Berpuas Diri Usai Kalahkan China, Fokus Hadapi Qatar
Mahfud MD: Polri Harus Tinggalkan Budaya Militeristik Menuju Polisi Sipil yang Humanis
Polisi Buka Posko DVI di RSUD Lubuklinggau untuk Identifikasi 16 Korban Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Musi Rawas Utara