Kremlin menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin belum mengeluarkan perintah untuk memulai persiapan uji coba senjata nuklir. Pernyataan resmi ini muncul setelah Putin sebelumnya meminta jajarannya bersiap melakukan uji coba nuklir jika Amerika Serikat terlebih dahulu melakukannya.
Kebijakan Rusia ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov yang menegaskan bahwa Moskow hanya akan melakukan uji coba senjata nuklir jika benar-benar diperlukan. Menurut Peskov, keputusan tersebut harus melalui pertimbangan yang sangat matang dan didasari alasan yang kuat.
"Kita harus menentukan terlebih dulu, apakah kita perlu melakukan ini. Ini harus menjadi keputusan yang sangat serius, beralasan, dan dipertimbangkan dengan saksama," ujar Peskov seperti dilaporkan media Rusia, Senin (10/11/2025).
Peskov juga mengungkapkan bahwa para ahli Rusia saat ini sedang mengevaluasi urgensi pelaksanaan uji coba senjata nuklir. Dia menekankan bahwa Putin hanya akan mengambil tindakan yang dianggap必要 melalui analisis mendalam.
Namun Peskov menambahkan, jika Amerika Serikat benar-benar melakukan uji coba senjata nuklir terlebih dahulu, maka Rusia akan mempertimbangkan dengan serius untuk memberikan respons yang setara. Situasi ini berkembang setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan Pentagon untuk segera menguji coba senjata pemusnah massal dengan alasan negara lain juga telah melakukannya.
Artikel Terkait
Iran Serang Aset Militer AS di Teluk Arab, Klaim Balas Serangan AS-Israel
Trump Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS-Israel, Ancam Lanjutkan Operasi Militer
Ekspor Minyak Sawit Indonesia 2025: Volume Naik 9,5%, Nilai Melonjak 29,2%
Iran Luncurkan Gelombang Serangan ke Fasilitas Militer Israel, Korban Jiwa Berjatuhan