Iran Luncurkan Gelombang Serangan ke Fasilitas Militer Israel, Korban Jiwa Berjatuhan

- Minggu, 01 Maret 2026 | 07:30 WIB
Iran Luncurkan Gelombang Serangan ke Fasilitas Militer Israel, Korban Jiwa Berjatuhan

JAKARTA – Gelombang serangan ketiga dan keempat dari Iran telah diluncurkan. Menurut pernyataan resmi, sasarannya mencakup sejumlah fasilitas militer Israel, mulai dari Pangkalan Angkatan Laut di Haifa hingga Pangkalan Udara Ramat David. Yang jelas, serangan balasan ini sudah memakan korban jiwa di pihak Israel.

Melansir Al Jazeera, aparat humas Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengonfirmasi bahwa operasi "balasan" terhadap posisi AS dan Israel memang sedang berlangsung. Pernyataan yang dikutip kantor berita IRNA itu menyebut target-target lain, seperti Kementerian Perang di Hakriyat, pemukiman industri militer Beit HaShamash, serta pusat industri militer Shtud.

“Kementerian Perang rezim di wilayah Hakriyat, pemukiman industri militer Beit HaShamash, dan pusat industri militer Shtud termasuk di antara target utama selama gelombang ketiga dan keempat,” tegas pernyataan IRGC tersebut.

Di lapangan, situasinya mencekam. Saluran berita Israel Channel 12 melaporkan suara ledakan keras menggema di Israel tengah, diduga akibat serangan rudal Iran. Tak lama berselang, surat kabar Hayom memberitakan sebuah rudal jatuh di Tel Aviv.

Korban pun berjatuhan. Menurut laporan media setempat, satu orang dinyatakan tewas dalam serangan di Tel Aviv. Angka korban luka mencapai dua puluh orang, dengan satu di antaranya masih berjuang dalam kondisi kritis.

Kekacauan bertambah. Di area metropolitan Gush Dan, Tel Aviv, sebuah tabrakan yang diduga terkait dengan situasi serangan mengguncang wilayah itu. Seorang pria mengalami luka serius, sementara tujuh lainnya terluka. Beberapa bangunan dan kendaraan dilaporkan rusak akibat insiden ini.

Serangan ini, nyatanya, telah mengubah suasana kota yang biasanya ramai menjadi senyap dan waspada. Suara sirene dan ledakan meninggalkan kesan mendalam, sementara warga berusaha mencari perlindungan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar