OTT KPK di Riau: Penyidik Masih Periksa Saksi di Mapolda, Gubernur Tak Bisa Dihubungi
PEKANBARU, MURIANETWORK.COM - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pemeriksaan intensif di Mapolda Riau hingga Senin (3/11) malam. Aktivitas ini merupakan kelanjutan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menjaring sejumlah pejabat di Provinsi Riau.
Pantauan di lokasi menunjukkan tiga unit mobil operasional KPK masih terparkir di depan Gedung Tahti Polda Riau sekitar pukul 20.24 WIB. Lampu gedung tetap menyala, menandakan proses pemeriksaan berlangsung lama.
Salah satu anggota kepolisian yang berjaga mengonfirmasi kehadiran tim KPK sejak Senin sore. "Sejak sore sudah ada tim KPK di sini. Masih berlangsung pemeriksaannya," ujarnya.
Gubernur Riau Tidak Dapat Dihubungi
Di tengah situasi mencekam pasca-OTT KPK ini, nomor telepon Gubernur Riau Abdul Wahid tidak dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Upaya konfirmasi dilakukan terkait penindakan yang mencuat di lingkungan Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau.
Panggilan ke nomor pribadi gubernur tidak tersambung hingga berita ini diturunkan, menambah suasana tegang di ibu kota provinsi tersebut.
KPK Benarkan OTT dan Amankan Pejabat Negara
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo secara resmi membenarkan operasi tangkap tangan tersebut. "Benar, ada kegiatan tangkap tangan yang KPK lakukan di wilayah Provinsi Riau," tegas Budi.
Hingga Senin malam, KPK telah mengamankan sejumlah pihak, termasuk pejabat penyelenggara negara. Meski demikian, identitas para tersangka dan konstruksi perkara belum diungkap secara detail.
"Pihak-pihak yang diamankan dari pihak penyelenggara negara. Jadi, nanti kami akan update juga siapa saja yang diamankan," tambah Budi.
Rencana Dibawa ke Jakarta
Menurut rencana, para pihak yang diamankan akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada Selasa (4/11). "Belum, saat ini masih di lokasi. Rencana tim akan membawa ke Gedung KPK Merah Putih, kemungkinan dijadwalkan besok," jelas Budi Prasetyo.
Sumber internal menyebut KPK sedang menelusuri dugaan korupsi yang terkait dengan proyek infrastruktur skala besar di Riau, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari lembaga antirasuah tersebut.
Kejadian OTT KPK di Riau ini menjadi sorotan publik dan diperkirakan akan berdampak pada dinamika politik dan pemerintahan di provinsi kaya sumber daya alam tersebut.
Artikel Terkait
Normalisasi Kali Ciliwung Baru 52 Persen, AHY Soroti Pembebasan Lahan dan Bangunan Liar
Menteri Keuangan Percepat Izin PLTS Terapung Saguling yang Terhambat Administrasi
Roy Suryo Jalani Wajib Lapor ke-25 di Polda Metro Jaya Akibat Laporan Jokowi soal Ijazah Palsu
Kemenag Larang Ziarah Sebelum Puncak Haji, Jemaah Diminta Fokus Persiapan Armuzna