Solusi Banjir Semarang: Kolam Retensi hingga Tanggul Raksasa Menurut Wapres Gibran

- Senin, 03 November 2025 | 08:20 WIB
Solusi Banjir Semarang: Kolam Retensi hingga Tanggul Raksasa Menurut Wapres Gibran
Wapres Gibran Ungkap Solusi Banjir Semarang: Kolam Retensi hingga Tanggul Raksasa

Wapres Gibran Rakabuming Raka Papar Solusi Atasi Banjir di Semarang

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengumumkan bahwa sejumlah solusi untuk menangani masalah banjir di Kota Semarang telah disiapkan. Rencana ini mencakup langkah-litigasi jangka pendek dan jangka panjang untuk mengatasi genangan air yang kerap melanda.

Optimalisasi Kolam Retensi Terboyo

Sebagai salah satu solusi utama, Gibran menyebutkan perlunya mengoptimalkan fungsi Kolam Retensi Terboyo. Kolam retensi berperan penting dalam menampung air hujan berlebih, sehingga dapat mengurangi volume air yang mengalir ke pemukiman dan pusat kota.

Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Wapres menekankan bahwa penanganan banjir yang efektif memerlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat pencarian dan implementasi solusi terbaik bagi warga Semarang.

Proyek Tanggul Laut Raksasa

Selain kolam retensi, Gibran juga menyampaikan harapannya agar pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) dapat menjadi solusi permanen untuk mengatasi banjir rob dan banjir yang rutin terjadi setiap musim hujan.

Apresiasi untuk Gubernur dan Wali Kota

Dalam pernyataannya, Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Jawa Tengah dan Wali Kota Semarang atas kerja keras dan upaya mereka dalam menangani bencana banjir selama ini.

Pengawalan Program Bantuan Pemerintah

Di kesempatan yang sama, Wapres juga menitipkan sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, serta berbagai bantuan sosial lainnya. Ia meminta agar penyaluran bantuan ini dikawal dengan ketat agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya seperti judi online.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar