Polisi Amankan Tiga Remaja Pembuat Foto Pocong Hasil Rekayasa AI yang Resahkan Warga Jember

- Senin, 25 Mei 2026 | 12:40 WIB
Polisi Amankan Tiga Remaja Pembuat Foto Pocong Hasil Rekayasa AI yang Resahkan Warga Jember

Isu teror pocong yang meresahkan warga di lingkungan Cangkring, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akhirnya menemukan titik terang. Kepolisian Resor Jember berhasil mengamankan tiga orang remaja yang diduga menjadi dalang di balik penyebaran foto pocong hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di media sosial. Penangkapan ini dilakukan setelah laporan masyarakat masuk dan polisi bergerak cepat menelusuri unggahan yang sempat viral serta memicu keresahan di tengah warga.

Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa foto pocong yang beredar luas bukanlah peristiwa nyata, melainkan gambar hasil manipulasi digital menggunakan aplikasi AI. Ketiga remaja tersebut kemudian dibawa ke Markas Polres Jember untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait motif di balik penyebaran informasi palsu itu.

Kasat Binmas Polres Jember, AKP Agus Yudi Kurniawan, membenarkan adanya penanganan kasus penyebaran hoaks tersebut. “Hari ini kami tindak lanjuti aduan masyarakat terkait berita yang beredar di media sosial, yakni keberadaan pocong di salah satu rumah warga,” ujarnya pada Senin, 25 Mei 2026.

“Alhamdulillah, ternyata berita itu tidak benar. Itu hasil editan anak-anak kreatif namun salah jalan. Mereka sudah kami amankan untuk dimintai keterangan,” katanya menambahkan.

Saat ini, ketiga remaja tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Jember. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang menyebar luas di media sosial. “Intinya warga tak perlu resah, bahwasanya postingan tersebut tidak benar,” tegas AKP Agus.

Di sisi lain, masyarakat diminta untuk tidak ikut menyebarluaskan konten hoaks yang dapat menimbulkan ketakutan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Polisi terus mengingatkan pentingnya literasi digital agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags