Jawa Barat Targetkan Kembali Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026

- Senin, 25 Mei 2026 | 14:30 WIB
Jawa Barat Targetkan Kembali Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026

Optimisme membuncah di tubuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Wakil Gubernur, Erwan Setiawan, menyatakan keyakinannya bahwa daerah yang dipimpinnya mampu kembali merebut gelar juara umum dalam ajang Anugerah Adinata Syariah pada tahun 2026 mendatang. Keyakinan ini bukan tanpa dasar, melainkan berlandaskan pada prestasi gemilang yang telah diraih sebelumnya.

Pada tahun lalu, Jawa Barat sukses menjadi juara umum dengan meraih hasil terbaik di berbagai kategori. Prestasi tersebut, menurut Erwan, merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pendorong semangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di wilayahnya. “Tentu menjadi kebanggaan kita bahwa Provinsi Jawa Barat masuk tiga besar Anugerah Adinata Syariah tahun 2026. Tahun lalu Jawa Barat menjadi juara umum dengan meraih hasil terbaik di berbagai kategori,” ujar Erwan dalam keterangan tertulis pada Senin (25/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Erwan saat menghadiri kegiatan Validasi Data Anugerah Adinata Syariah bersama Dewan Juri. Acara yang berlangsung di Ruang Edukasi Masjid Raya Al-Jabbar, Kota Bandung, pada Kamis (21/5) itu merupakan tindak lanjut dari surat Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terkait validasi data penghargaan ekonomi syariah daerah tingkat provinsi.

Lebih jauh, Erwan memaparkan bahwa pada tahun 2025 lalu, Jawa Barat berhasil meraih penghargaan tertinggi di sembilan dari dua belas kategori yang diperlombakan. Memasuki tahun ini, jumlah kategori bertambah menjadi empat belas. Kondisi ini, lanjutnya, menuntut seluruh pihak untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar capaian Jawa Barat dapat semakin optimal. Keberhasilan ini, tegas Erwan, tidak datang secara instan, melainkan merupakan hasil kerja bersama lintas sektor dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Capaian ini bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya, tetapi hasil kerja bersama seluruh stakeholder, sinergi lintas sektor, dan komitmen menghadirkan ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Erwan.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus memperluas pengembangan ekonomi syariah di berbagai sektor. Mulai dari industri halal, pariwisata ramah muslim, pendidikan pesantren, perbankan syariah, hingga penguatan sertifikasi halal menjadi fokus utama. Tak hanya itu, Erwan juga mendorong hadirnya kawasan industri syariah di Jawa Barat. Menurutnya, mayoritas pekerja industri di daerah tersebut beragama muslim, sehingga diperlukan dukungan ekosistem yang sesuai dengan prinsip syariah, seperti fasilitas ibadah yang representatif, makanan halal, serta layanan penunjang lainnya.

“Karena mayoritas pekerja di Jawa Barat muslim, maka ekosistem industri syariah juga perlu diperkuat, mulai dari sarana ibadah, makanan halal, hingga fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti potensi sektor sport tourism sebagai bagian dari ekosistem syariah. Erwan mencontohkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang dapat dilengkapi dengan fasilitas ibadah yang representatif bagi para pengunjung, khususnya Bobotoh sebutan untuk pendukung Persib yang muslim.

Sementara itu, Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat, Diana Sari, menegaskan bahwa pihaknya tidak berpuas diri meski telah menjadi juara umum pada tahun sebelumnya. “Kami tidak berdiam diri setelah mendapatkan juara umum. Kami terus berusaha memantaskan bahwa predikat itu memang layak diterima Jawa Barat,” kata Diana.

Diana menambahkan, Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi syariah nasional. Hal ini didukung oleh jumlah penduduk muslim yang mencapai sekitar 50,4 juta jiwa. Potensi tersebut semakin diperkuat oleh pertumbuhan industri halal, wisata ramah muslim, keuangan syariah, hingga pemberdayaan ekonomi pesantren. Saat ini, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah produk bersertifikat halal terbanyak di Indonesia. Berbagai capaian strategis lainnya juga tercatat, seperti predikat wisata halal terbaik nasional dalam Indonesia Muslim Travel Index 2025, pengembangan 21 zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat), serta pertumbuhan aset perbankan syariah yang mencapai sekitar Rp 105 triliun pada 2025.

Tak hanya itu, Jawa Barat juga memiliki 12.977 pesantren, atau sekitar 30,6 persen dari total pesantren di Indonesia. Jumlah ini dinilai menjadi modal besar dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis pesantren. “Dari Jawa Barat kami ingin membuktikan bahwa ekonomi syariah bukan hanya unggul dalam nilai, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Diana.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar