Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa Akan Disambut Trump di Gedung Putih
Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi akan menerima kunjungan mitranya dari Suriah, Ahmad Al Sharaa, di Gedung Putih. Pengumuman ini disampaikan bersamaan dengan pencabutan sanksi AS terhadap Suriah yang telah disetujui Trump.
"Dia mungkin akan datang. Dia bekerja sangat keras. Kami mencabut sanksi terhadap Suriah untuk memberi mereka kesempatan bertahan hidup. Saya dengar dia menjalankan tugasnya dengan sangat baik," kata Trump seperti dikutip dari Sputnik.
Pencabutan Sanksi Suriah oleh AS
Departemen Luar Negeri AS menyatakan dukungan pemerintahan Trump terhadap pencabutan sanksi terhadap Suriah, termasuk Undang-Undang Caesar. Pencabutan ini rencananya akan dimasukkan dalam Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA).
Kebijakan pencabutan sanksi terhadap Suriah merupakan bagian dari strategi AS untuk memastikan kekalahan ISIS. Departemen Keuangan AS telah mengumumkan penghapusan Suriah dari daftar sanksi pada 25 Agustus, sesuai instruksi presiden yang ditandatangani Trump pada 30 Juni.
Pertemuan Kedua Trump dan Al Sharaa
Jika terwujud, ini akan menjadi pertemuan kedua antara Trump dan Al Sharaa. Kedua pemimpin sebelumnya telah bertemu pada Mei di Riyadh, Arab Saudi. Dalam pertemuan tersebut, Trump mengumumkan rencana pencabutan sanksi terhadap Suriah dan mempertimbangkan normalisasi hubungan kedua negara.
Perjalanan Karakter Al Sharaa
Kebijakan baru Trump ini mengubah secara drastis hubungan AS dengan Suriah. Yang mengejutkan, sikap Trump terhadap Al Sharaa yang merupakan mantan tokoh Al Qaeda. AS pernah memasang sayembara untuk kepala Al Sharaa senilai 10 juta dolar AS (sekitar Rp166 miliar) sebelum dicabut pada Desember lalu setelah tumbangnya pemerintahan Bashar Al Assad.
Trump mengaku takjub dengan kemampuan kepemimpinan Al Sharaa yang mampu menggulingkan rezim Assad yang berkuasa puluhan tahun. Kelompok yang dipimpin Sharaa, Hayat Tahrir Al Sham (HTS), berhasil merebut kota-kota penting termasuk Damaskus, yang memaksa Presiden Bashar Al Assad kabur ke Rusia.
Meskipun HTS saat ini masih ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh PBB, AS, dan Inggris, Trump menyatakan kekagumannya terhadap Al Sharaa dengan komentar, "Saya kira dia punya potensi. Pria tangguh," saat pertemuan di Riyadh.
Artikel Terkait
Lima Negara Catat Lonjakan Peringkat FIFA, Timnas Indonesia Naik ke Posisi 118
IRGC Serang Markas Armada Kelima AS di Bahrain, Balas Serangan Militer Amerika di Iran Selatan
Chatib Basri Bantah Ekonomi Indonesia 2026 Setara Krisis 1998, Soroti Risiko Harga Pangan dan Kredibilitas Fiskal
Pembiayaan Cicil Emas BSI Melonjak 97,9 Persen, Tembus Rp16,93 Triliun di Tengah Tren Investasi Lindung Inflasi