"Ke depan, AirAsia MOVE berkomitmen memperluas visibilitas pariwisata Indonesia ke lebih banyak daerah dan menarik lebih banyak wisatawan dari kawasan ASEAN," kata Arbi.
Sinergi Publik-Swasta yang Efektif
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini, menyampaikan bahwa kemitraan dengan AirAsia MOVE merupakan contoh sinergi publik-swasta yang efektif dalam memajukan industri pariwisata nasional. "Dengan peningkatan lebih dari dua ribu wisatawan Malaysia, kami dapat merancang strategi pemasaran yang lebih relevan," jelasnya.
Profil dan Tren Wisatawan Malaysia
Data internal AirAsia MOVE menunjukkan tren menarik dimana 74 persen pelancong berasal dari generasi milenial dan Gen Z. Kelompok ini dikenal aktif bepergian, haus akan pengalaman baru, dan gemar membagikan momen perjalanan di media sosial, yang memperluas eksposur destinasi wisata Indonesia di ranah digital secara organik.
Wisata Belanja dan Pola Perjalanan
Wisata belanja menjadi magnet tersendiri dengan banyak turis Malaysia datang ke Indonesia untuk berburu produk kosmetik, fesyen lokal, hingga bahan kain tradisional. Riset menunjukkan mereka cenderung memilih liburan singkat 2-3 malam dengan pengeluaran rata-rata Rp730 ribu per malam untuk akomodasi.
Faktor Penentu Keputusan Perjalanan
Hasil ini menegaskan bahwa keterjangkauan harga dan kemudahan layanan digital menjadi faktor utama dalam keputusan perjalanan wisatawan Malaysia ke Indonesia.
Artikel Terkait
Monas Ramai Dikunjungi 13.500 Orang di Hari Kedua Lebaran
Arus Mudik Lebaran 2026, Tol Solo-Yogyakarta Catat Lonjakan Tertinggi 60%
Gunung Galunggung Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Ragunan Dibanjiri 30 Ribu Pengunjung di H+1 Lebaran