Pertemuan Trump dan Xi disebutkan menegaskan bahwa faktor geopolitik tetap menjadi penggerak utama sentimen investor. Meski kesepakatan tarif dan isu rare earths memberikan sinyal positif, pasar dinilai masih menunggu implementasi nyata sebelum bereaksi lebih lanjut.
Antony menyarankan agar investor kripto yang bijak memandang volatilitas ini sebagai peluang strategis. "Investor sebaiknya memanfaatkan volatilitas untuk melakukan akumulasi aset, bukan sekadar mengikuti tren harga sesaat," katanya.
Strategi Investasi Kripto di Tengah Ketidakpastian
Dalam menghadapi kondisi ini, Antony Kusuma menekankan tiga kunci utama: disiplin, diversifikasi, dan pemahaman fundamental aset. Ia menjelaskan bahwa pemangkasan suku bunga dan pertemuan Trump-Xi memang memberi sinyal likuiditas, namun efeknya selalu relatif terhadap kondisi ekonomi riil dan ekspektasi pasar.
"Investor yang sukses adalah mereka yang mampu menilai risiko, menghitung probabilitas, dan memanfaatkan koreksi harga sebagai strategi akumulasi yang terukur. Mereka yang mampu membaca konteks ekonomi global akan lebih siap menghadapi ketidakpastian jangka pendek sekaligus memaksimalkan potensi keuntungan jangka panjang," pungkasnya.
Artikel Terkait
Meikarta Bergerak: Proyek Rusun Rp39 Triliun Diharapkan Pacu Ekonomi dan Tekan Backlog
Gaza Berduka: 37 Nyawa Melayang dalam Serangan Udara yang Mengguncang
Kemnaker Tegaskan: Belum Ada Keputusan BSU Cair Lagi di 2026
Prabowo Gebrak Himbara, Direksi Bank BUMN Bakal Diganti Total