Program Makan Bergizi Gratis Tembus Rp35,6 Triliun: Benarkah 82,9 Juta Orang Akan Terbantu?

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 06:45 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Tembus Rp35,6 Triliun: Benarkah 82,9 Juta Orang Akan Terbantu?
Update Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Anggaran Terserap Rp35,6 Triliun

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tembus Rp35,6 Triliun, 200 Dapur Baru Dibangun Setiap Hari

Badan Gizi Nasional (BGN) terus mempercepat penyerapan anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Upaya ini bertujuan mencapai target program prioritas nasional yang dapat menjangkau 82,9 juta penerima manfaat.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, melaporkan progres program MBG, termasuk realisasi anggaran, kepada Presiden Prabowo Subianto. Hingga saat ini, penyerapan anggaran program MBG telah mencapai Rp35,6 triliun. Angka ini setara dengan 50,1 persen dari total pagu anggaran yang dialokasikan untuk BGN.

Dapur MBG Tersebar di Seluruh Indonesia

Anggaran yang telah diserap digunakan untuk mendukung pembangunan dapur MBG, yang secara resmi disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, telah beroperasi 13.514 unit SPPG yang tersebar di 38 provinsi, 509 kabupaten/kota, dan 7.022 kecamatan/desa di seluruh Indonesia.

"Seperti diketahui, kita bisa menghasilkan SPPG baru setiap hari sekitar 200 unit. Pembangunan ini berpotensi melayani 600 ribu penerima manfaat tambahan setiap harinya," ujar Dadan usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Target 82,9 Juta Penerima Manfaat

Dadan menyampaikan komitmen untuk mengejar target dalam dua bulan terakhir tahun 2025. "Kita akan kejar di dua bulan terakhir ini agar bisa tercapai 82,9 juta penerima manfaat. Dan Pak Presiden akan mengapresiasi itu meskipun akan memaklumi kalau misalnya, katakanlah, 75 juta bisa tercapai," tambahnya.

Hingga akhir Oktober 2025, program MBG melalui SPPG telah melayani 39,5 juta penerima manfaat. Dengan laju pembangunan dapur MBG yang terus berjalan, angka ini diproyeksikan segera menembus 40 juta penerima.

Dadan menyatakan optimismenya bahwa target akhir tahun dapat dicapai. "Kita kejar terus target sampai akhir tahun mudah-mudahan 82,9 juta penerima manfaat bisa kita layani di akhir tahun," pungkas Dadan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar