Sebaliknya, pendekatan elektroda kering menggantikan pelarut cair dengan pencampuran bahan baku menjadi bubuk padat, kemudian langsung dipres ke kolektor arus. Proses ini tidak hanya lebih cepat tetapi juga lebih ramah lingkungan dengan mengurangi konsumsi energi.
Meskipun implementasi skala besar tetap menjadi tantangan, Nissan telah mengoperasikan jalur produksi percontohan sejak awal tahun. Sementara LiCAP Technologies mengoperasikan fasilitas produksi berkapasitas 300 megawatt-jam di California untuk teknologi Active Dry Electrode (ADE) mereka.
Perkembangan ini menandai babak baru dalam evolusi kendaraan listrik, dengan Nissan dan LiCAP Technologies berkomitmen menghadirkan baterai berjarak tempuh lebih jauh dan waktu pengisian lebih cepat untuk masa depan mobilitas elektrik.
Artikel Terkait
Arbeloa Bawa Mbappe dan Bellingham ke Manchester, City Hadapi Tugas Mustahil
Pemudik Rela Begadang Demi Tiket Kereta, Stasiun Jakarta Dipadati 54 Ribu Penumpang
Lonjakan 50% Pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Terminal Lain di Jakarta Justru Sepi
Pemerintah Finalisasi Formasi dan Skema Rekrutmen ASN 2026