Mengapa Putin Tak Gentar dengan Sanksi Minyak AS? Ini Penjelasannya

- Jumat, 24 Oktober 2025 | 10:55 WIB
Mengapa Putin Tak Gentar dengan Sanksi Minyak AS? Ini Penjelasannya

Putin Tak Gentar: Sanksi AS pada Perusahaan Minyak Rusia Dinilai Tak Berdampak Signifikan

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya bahwa sanksi besar-besaran Amerika Serikat terhadap perusahaan minyak Rusia tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian negaranya. Pernyataan ini disampaikan menanggapi pengumuman sanksi terbaru dari pemerintahan AS.

Sanksi AS Terhadap Rosneft dan Lukoil

Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan penerapan sanksi terhadap dua raksasa minyak Rusia, Rosneft dan Lukoil. Langkah ini disertai dengan pembatalan rencana pertemuan lanjutan antara kedua pemimpin dunia. Trump menyebut sanksi ini sebagai bagian dari upaya mendesak Rusia mengakhiri konflik di Ukraina.

Respons Putin Terhadap Tekanan AS

Vladimir Putin dengan tegas menanggapi kebijakan AS tersebut. "Ini merupakan upaya untuk menekan Rusia," ujar Putin seperti dilaporkan media internasional. Pernyataan ini menegaskan posisi Rusia yang tidak akan tunduk terhadap tekanan ekonomi dari negara lain.

Gagalnya Diplomasi AS-Rusia

Hubungan diplomatik antara AS dan Rusia mengalami kemunduran signifikan. Pertemuan antara Trump dan Putin di Alaska pada Agustus sebelumnya gagal menghasilkan kesepakatan mengenai konflik Ukraina. Trump mengungkapkan kekecewaannya melalui pernyataan: "Setiap kali saya berbicara dengan Vladimir, percakapannya selalu lancar, namun setelah itu tidak membuahkan hasil."

Detail Sanksi Ekonomi AS

Sanksi yang diterapkan AS mencakup pembekuan seluruh aset Rosneft dan Lukoil di wilayah Amerika Serikat. Selain itu, semua perusahaan AS dilarang melakukan kegiatan bisnis dengan kedua perusahaan minyak Rusia tersebut. Kebijakan ini merupakan eskalasi terbaru dalam ketegangan antara kedua negara adidaya.

Pembatalan Pertemuan Budapest

Rencana pertemuan lanjutan antara Trump dan Putin di Budapest, Hungaria dalam beberapa pekan mendatang secara resmi dibatalkan. Trump menyatakan bahwa pertemuan tersebut hanya akan membuang-buang waktu, menandakan memburuknya hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Rusia.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar