Ary Bakri Didakwa Suap Hakim Rp40 Miliar untuk Kasus CPO
Advokat Ariyanto Bakri atau Ary Bakri resmi didakwa atas kasus suap hakim senilai Rp40 miliar. Tindakan ini terkait dengan vonis lepas untuk tiga korporasi dalam perkara ekspor minyak sawit mentah atau CPO.
Bersama Ary Bakri, turut didakwa istrinya yang juga advokat Marcella Santoso, Junaedi Saibih, serta Muhammad Syafei selaku Head of Social Security and License Wilmar Group. Ketiga korporasi yang dimaksud adalah Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas Group.
Modus Pemberian Suap kepada Majelis Hakim
Dalam surat dakwaan, jaksa menyebutkan bahwa suap diberikan kepada majelis hakim melalui perantara Muhammad Arif Nuryanta selaku Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Wahyu Gunawan selaku Panitera Muda Perdata Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Nilai suap yang diberikan berupa uang tunai sebesar USD 2.500.000 atau setara dengan Rp40 miliar. Tujuannya adalah untuk memengaruhi putusan perkara korupsi korporasi minyak goreng.
Artikel Terkait
Gaza Berduka: 37 Nyawa Melayang dalam Serangan Udara yang Mengguncang
Kemnaker Tegaskan: Belum Ada Keputusan BSU Cair Lagi di 2026
Prabowo Gebrak Himbara, Direksi Bank BUMN Bakal Diganti Total
Motif Cinta Buta, Bocah Bekasi Jadi Alat Paksaan untuk Rujuk