"Pada prinsipnya kemarin kami sudah rapat dengan Pak Mentan. Secara nasional harga relatif stabil, tapi di daerah tertentu seperti Papua distribusinya agak susah. Jadi itu yang membuat harga di sana masih tinggi," ujar Budi Santoso.
Harga Beras di Jawa dan Sumatera Masih di Bawah HET
Mendag juga mengungkapkan bahwa harga beras di wilayah barat Indonesia, seperti Sumatera dan Jawa, saat ini justru berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, karena perhitungan harga dilakukan secara rata-rata nasional, kondisi di Indonesia Timur turut mempengaruhi angka keseluruhan.
"Kalau kita lihat yang Barat ya, Sumatera, Jawa kan semua di bawah HET. Cuma karena ini harga rata-rata nasional, yang sebelah timur ada sedikit distribusinya harus kita beresin. Tapi harga stabil semua," tambahnya.
Solusi Pemerintah: Operasi Pasar dan Satgas Khusus
Sebagai langkah konkrit untuk menstabilkan harga, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian akan menggelar operasi pasar di sejumlah wilayah Indonesia Timur. Tujuannya adalah untuk memperlancar distribusi dan menjangkau konsumen dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain itu, pemerintah juga telah membentuk Satgas Pengendalian Harga Beras. Tugas satgas ini adalah mengawasi seluruh jalur distribusi dan memastikan ketersediaan stok beras di tingkat lapangan, sehingga harga dapat dikendalikan dengan lebih efektif.
Artikel Terkait
Monas Ramai Dikunjungi 13.500 Orang di Hari Kedua Lebaran
Arus Mudik Lebaran 2026, Tol Solo-Yogyakarta Catat Lonjakan Tertinggi 60%
Gunung Galunggung Ramai Dikunjungi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Ragunan Dibanjiri 30 Ribu Pengunjung di H+1 Lebaran